Unimus Tepis Hoax dan Hate Speech untuk Pemilu 2019 Aman dan Damai

0
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Rozihan, Dosen UIN Walisongo Fadlolan Musyaffa' dan Ketua Bawaslu Jawa Tengah M Fajar Subkhi AK Arif menjadi pembicara Dialog Interaktif “Membangun Karakter Bangsa, Mencegah Perpecahan NKRI Menuju Pemilu 2019 yang Aman dan Damai” di Hotel Patrajasa, Kamis (11/10/2018). Foto: Badrun Nuri

TabloidCermin.Com – Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah di depan mata. Masyarakat Indonesia akan segera menentukan, siapa presiden dan perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama lima tahun ke depan.

Menjelang perhelatan politik lima tahunan tersebut, sejumlah informasi politik terus mengemuka. Informasi hoax dan ujaran kebencian (hate speech) yang disebar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ikut menyertai arus informasi di dunia maya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Masrukhi menyampaikan, informasi hoax dan hate speech seringkali muncul saat musim pemilu. Hal itu menurutnya sangat mengganggu proses berjalannya demokrasi. Dialog interaktif menjadi salah satu upaya Unimus dalam menepis Hoax dan hate speech menyongsong Pemilu 2019.

Hoax dan hate speech mudah menyebar melalui medsos,” kata Masrukhi saat membuka Dialog Interaktif “Membangun Karakter Bangsa, Mencegah Perpecahan NKRI Menuju Pemilu 2019 yang Aman dan Damai” di Hotel Patrajasa, Kamis (11/10/2018).

Dialog Interaktif, lanjut Masrukhi, sangat penting dalam rangka menanamkan kesadaran yang baik dan membangun nalar yang berkembang. Sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dengan baik dalam Pemilu 2019. Dengan begitu, menurut guru besar pendidikan UNNES itu, akan lahir pemimpin yang baik.

“Kesadaran yang baik dan nalar berkembang yang dilahirkan melalui dialog interaktif ini berfungsi untuk menetralisir carut marut informasi hoax dan hate speech yang beredar di masyarakat. Ini adalah perwujudan bangsa yang damai dan bermartabat. Semoga bermanfaat,” katanya.

Dialog interaktif dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Rozihan, Dosen UIN Walisongo Fadlolan Musyaffa’ dan Ketua Bawaslu Jawa Tengah M Fajar Subkhi AK Arif sebagai pembicara.

Peserta dialog berasal dari perwakilan dari Pondok Pesantren terkemuka di Jawa Tengah, Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai Kampus di Semarang dan sekitarnya.

Reporter: Badrun Nuri
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here