Saatnya Kader Nasyiatul Aisyiyyah Berkiprah di Panggung Politik

0
Anggota DPR RI Fraksi PAN Lailatul Istiyah mengisi diskusi politik Teras Singosari di Halaman Gedung Dakwah PWM Jawa Tengah, Sabtu (27/10/2018) malam. Foto: Fawaid.

TabloidCermin.Com – Kader Nasyiatul Aisyiyyah (NA) sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Lailatul Istiyah mengimbau agar kader NA ikut andil di panggung politik. Kader NA menurutnya harus maju dan tidak hanya berkutat di dapur.

Hal ini disampaikan Laila saat mengisi diskusi politik Teras Singosari di Halaman Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Sabtu (27/10/2018). Laila juga menepis anggapan bahwa politik itu kotor. Sebaliknya, lanjut Laila, politik bagian dari ibadah.

“Politik tidak kotor karena politik bagian dari ibadah, membawa manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. Dan ibadah pun tidak hanya menjadi guru, dokter dan lain-lain. Politik pun juga bagian dari ibadah,” ujar Laila dalam diskusi yang dihadiri Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyyah (PDNA) Se-Jawa Tengah tersebut.

“Saatnya untuk kader Nasyiatul Aisyiyyah ada di politik. Dan keberadaan perempuan Aisyiyyah ini harus maju, agar tidak hanya berkutat di dapur,” tegasnya.

Menurut Laila, tidak ada alasan bagi perempuan tidak berpolitik karena tidak punya waktu atau harus ijin suami sehingga menjadi sulit. Menurutnya, caleg perempuan kini sudah dibantu dengan afirmasi. Namun hal itu tidak menjadi jaminan terkait keberhasilannya.

“Ini menjadi tugas Nasyiatul Aisyiyyah untuk menggembleng kadernya menjadi kader-kader politik yang tangguh,” tuturnya.

Di sisi lain, Laila menyadari adanya anggapan di masyarakat bahwa politik itu kotor. Bahkan hingga muncul sebuah statemen, seorang politisi pasti korupsi. Anggapan ini, menurut Laila, harus diluruskan.

“Kader PAN itu tidak akan lupa dan tidak korupsi jika sudah menjadi seorang politisi. Mereka akan tetap ingat program kerja pada saat kampanye,” ucapnya.

Laila menegaskan, setidaknya ada tiga fungsi utama DPR sehingga mengapa kader NA perlu terlibat dalam politik. Pertama, DPR bertugas membuat Undang-Undang Dasar (UUD).

“Ini peran penting kader Nasyiatul Aisyiyyah untuk ikut membuat UUD, agar UUD yang diketok ada warna dari kader Nasyiatul Aisyiyyah,” katanya.

Kedua, dapat menentukan anggaran. Dengan ikut terlibat dalam politik maka kader NA bisa juga mengusulkan dalam proses legislasi anggaran.

“(ketiga, Red) pengawasan terhadap kinerja pemerintah yang dulu di setujui bersama-sama. Maka jika ada yang menyimpang akan di suarakan oleh legislator di saat bekerja,” pungkasnya.

Diskusi Teras Singosari terselenggara atas kerja sama PDNA Muhammadiyah se-Jawa Tengah dan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah. Dalam kesempatan berlangsung juga Launching tabloidcermin.com dan 11 tahun Tabloid Cermin berkarya, yakni menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Reporter : Fawaid
Editor: M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here