Muhammadiyah-NU Duduk Bareng, Hasilkan 4 Komitmen Jaga NKRI

0
Muhammadiyah dan NU duduk bareng, sepakat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) duduk bersama membincang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (31/10/2018). Pertemuan dua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam besar di Indonesia tersebut diwakili Haedar Nashir selaku Ketum PP Muhammadiyah dan Kiai Said Aqil Siroj selaku Ketum PBNU. Beberapa tokoh dari kedua ormas tersebut juga terlibat.

Muhammadiyah dan NU sepakat dan berkomitmen bersama untuk menjaga NKRI. Terutama di tahun politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Komitmen tersebut teruang dalam pernyataan sikap bersama yang berjumlah empat poin.

Empat poin penyataan sikap tersebut sebagai berikut:

1. Berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang Islami. Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa daIam meneguhkan Integrasi nasional dalam suasana yang damai, persaudaraan, dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

2. Mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan dengan profesional, konstitusional, jujur, dan berkeadaban. Semua pihak agar mendukung proses dermokrasi yang substantif serta bebas dari yang koruptif dan transaksional demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai-nilai Agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia.

3. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual, serta peran politlk kebangsaan melalui program pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan bidang-bidang strategis lainnya. Komunikasi dan kerjasama tersebut sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia.

Pernyataan sikap Muhammadiyah dan PBNU.

4. Pada tahun politik ini semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pllihan politik. Kontestasi politik diharapkan berIangsung damai, cerdas, dewasa, serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara. Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama. Kami percaya rakyat dan para elite Indonesia makin cerdas, santun, dan dewasa dalam berpolitik.

Demikian pernyataan sikap bersama tertanggal 22 Safar 1440 H/ 31 Oktober 2018 M tersebut.

Reporter : Badrun Nuri
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here