Pentingnya Berpikir Terbuka dalam Menghadapi Tantangan Nyata Pancasila

0
Ratusan peserta mengikuti Sosialiasasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Istana Hapsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (20/11/2018). Foto: Istimewa

TabloidCermin.Com – Anggota Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Eva Kusuma Sundari kembali mengingatkan pentingnya empat pilat Indoensia yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Eva, Pancasila adalah inspirasi dan orientasi masa depan bersama untuk membangun bangsa dan negara. Eva mengingatkan, era teknologi canggih sekarang ini telah mengubah cara berpikir dan bersikap seseorang.

“Maka akal dan pikiran kita juga perlu dibuka untuk bisa mengambil hikmah dari informasi yang berkembang,” ujar Eva di hadapan ratusan peserta Sosialiasasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Istana Hapsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (20/11/2018).

Dengan demikian, lanjut Eva, masyarakat juga akan mendengar secara terbuka sehingga memacu kecerdasan spiritual dan sosial untuk bisa menyaring sumber-sumber hikmah yang dapat diwujudkan dengan mengamalkan Pancasila.

“Jika kita menghadapi masalah, musyawarah adalah solusi tepat. Dengan musyawarah untuk mufakat persoalan yang mendera bangsa akan teratasi sesuai dengan spirit ke-Indonesiaan,” jelasnya.

Eva menilai, sebagai warga negara masyarakat Indonesia harus paham sejarah bangsa Indonesia yang sendi kehidupannya diatur dalam UUD 1945. Pancasila dengan kebhinekaannya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga NKRI.

Sosialisasi empat tersebut dikuti ratusan peserta yang terdiri dari sejumlah kepala sekolah, pekerja sosial, pramuka, osis, dan komunitas disabilitas dan relawan mocopat. Acara dibuka Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi.

Puwadi mengatakan, masyarakat harus berperan aktif menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila. “Pancasila merupakan tempat bersemayamnya nilai-nilai kehidupan sosial karena itu harus dijaga keberadaannya,” ungkapnya.

Menurut Direktur al-Wasat Insitute Faozan Amar mengatakan, yang juga ikut mengisi dalam acara tersebut, mengatakan, sosialiasi empat pilar harus terus dilakukan, karena masih ada sebagaian warga Indonesia yang menolak Pancasila.

“Alasan menolaknya adalah karena faktor agama, sejarah maupun pengalaman”, ujar Faozan Amar.

Faozan mengatakan, sebagai program MPR RI, sosialisasi empat pilar merupakan ajang untuk berdiskusi, tanya jawab, dan berkontribusi bagi generasi muda yang sekarang hidup di zaman teknologi digital.

Reporter : TR
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here