Berani Berbeda Tanpa Menanggalkan Praktik Nilai-Nilai Pancasila

0

TabloidCermin.Com, Boyolali – Rakyat Indonesia dalam keanekaragamannya harus senantiasa berpegang teguh pada Pancasila. Nilai penting menjiwai Pancasila, diantaranya dengan mengisi kemerdekaan dengan penuh khidmat sehingga negara menjadi Toto Tentram Kertaraharjo.

Ini pesan yang disampaikan dalam acara kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, dan Undang Undang Dasar 1945 di Asrama Haji Donohudan, Boyololali, Jawa Tengah (8/12/2018).

Hadir mewakili Bupati Boyolali Abdul Rahman selaku Kepala Dinas Kominfo Boyolali, Pengamat Politik dan Hukum Thontowi Jauhari, Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmat Handoyo, Direktur al-Wasath Institute Faozan Amar dan Dosen IAIN Surakarta Saebini yang bertindak sebagai moderator.

Menurut Rahmad Handoyo, Indonesia adalah negara yang luar biasa luas dengan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia yang beraneka ragam suku, Agama, ras dan golongan dipersatukan oleh Pancasila.

“Jangan sampai bangsa Indonesia yang besar ini terpecah belah, karena tidak mampu merawat kebhinekaan,” katanya.

Upaya nyata merawat kebhinekaan ini salah satunya melalui sosialisasi empat pilar.

Sementara itu, Thontowi Jauhari mengungkapkan, Pancasila dalam normatifnya sangat bagus, tapi apakah praktiknya sudah bagus? “Jika belum berarti Pancasila belum menjadi budaya masyarakat Indonesia,” paparnya.

Ia menilai, salah satu tantangan dalam Pancasila adalah mempraktikkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Direktur Al-Wasath Institute Faozan Amar mengutarakan, secara subtansi, Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai utama yang berakar dalam budaya bangsa Indonesia dan nilai-nilai universal agama. Maka Pancasila tidak bertentangan dengan pandangan-pandangan agama termasuk Islam []

Reporter : Badrun Nuri
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here