Penjelasan Ketua PWM Tafsir Soal Statemennya yang Heboh di Medsos

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir memberikan penjelasan mengenai statemenya soal calon presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Prabowo Subiyanto yang lagi ramai di media sosial. Tafsir menegaskan, dalam menyikapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, masyarakat harus menyikapinya secara wajar.

“Saya melihat sepertinya kita sudah berlebihan dalam mencintai dan membenci, sementara kita belum tahu Allah mentakdirkan siapa nanti yang akan menjadi Presiden selanjutnya,” katanya kepada tabloidcermin.com, Selasa (7/1/2019).

Sebelumnya, Tafsir meminta agar masyarakat tidak berlebihan dalam membenci Presiden Joko Widodo. Karena Pilpres belum dihelat dan masyarakat tidak tahu siapa nanti yang akan terpilih jadi presiden di Pilpres 2019. Sebaliknya, Tafsir juga meninta kepada orang yang mencintai Probowo juga tidak berlebihan. Karena tidak ada yang menjamin bahwa Prabowo akan terpilih jadi presiden.

“Jika kita berlebihan benci kepada Pak Jokowi, kemudian yang menjadi Presiden beliau, kita mungkin selama lima tahun akan memendam rasa benci. Sebaliknya jika berlebihan cinta kepada Pak Prabowo, kemudian beliau tidak jadi, mungkin kita akan memendam rasa kecewa berkepanjangan, maka sikapi secara wajar dan proporsional,” katanya.

Tafsir berharap agar Pilpres disikapi secara wajar dan proporsional. Sebab, Tafsir merasa khawatir jika sikap berlebihan berkelanjutan akan berdampak negatif dan memungkinkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut ini pernyataan Tafsir yang diunggah di akun Facebooknya Sang Tafsir. Ungkapan tersebut mendapat tanggapan beragam di media sosial.

“Jangan berlebihan membenci Pak Jokowi,siapa tahu beliau yang jadi Presiden, juga jangan berlebihan mencintai Pak Prabowo, karena tidak ada yang menjamin beliau jadi Presiden. Sikapi pilpres secara wajar dan proporsional,” katanya, Senin (7/1/2019)

“Sebaliknya, jangan berlebihan membenci Pak Prabowo, siapa tahu beliau yang jadi Presiden, dan jangan berlebihan mencintai Pak Jokowi, kareana tidak ada yang menjamin beliau yang jadi Presiden. Kita belum tahu Allah mentakdirkan siapa yang jadi Presiden, sikapi pilpres secara wajar dan proporsional,” katanya lagi, Selasa (8/1/2019). []

Reporter : Ilyas
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here