DPD IMM Jateng Bikin Gebrakan Baru, Belum Ada di Sepanjang Sejarah DPD Jateng

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah Periode 2018-2020 akan menjadi sejarah baru di DPD IMM Jawa Tengah. Beberapa rencana program kerja, baik yang bersifat gerakan atau lembaga, telah disiapkan oleh Ketum terpilih.

Ketua DPD IMM Jawa Tengah terpilih Badrun Nuri mengatakan, setidaknya ada tiga gerakan yang ingin diwujudkan DPD IMM Jawa Tengah pada masa kepemimpinannya. Pertama, gerakan keilmuan. Gerakan di bidang keilmuan ini akan ditempuh melalui beberapa langkah, diantaranya, mempelopori riset mahasiswa oleh lembaga riset di bawah naungan RPK, menjalin kerjasama, jejaring, dan sinergi dengan lembaga atau instansi dalam garapan riset, baik di internal Muhammadiyah dan umum.

Selain itu, gerakan keilmuan juga akan diwujudkan dengan kajian maraton, terutama berkaitan dengan isu-isu demokrasi. “DPD akan menjalin kerjasama, jejaring, dan sinergi dengan instansi di internal Muhammadiyah, pemerintah, LSM, dan lainnya,” katanya.

Kedua, gerakan advokasi. Gerakan advokasi ini untuk merespon isu-isu lokal, regional, dan nasional, baik yang bersifat tentatif atau berkelanjutan. “Dalam pelaksanaannya harapan kami semua bidang di DPD IMM Jawa Tengah agar melakukan sinergi sesuai isu yang ditangani,” jelas Badrun.

Ketiga, gerakan pemberdayaan. Menurur Badrun, gerakan ini berangkat dari salah satu platform yang diusung oleh IMM yaitu humanitas. Dalam pelaksanaannya gerakan ini akan melibatkan diri secara langsung kepada masyarakat.

“Salah satu yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan terhadap masyarakat. Dalam hal ini dapat dikomandani oleh bidang Sosial Pembedayaan Masyarakat. Menjalin jejaring, kerjasama, dan sinergi dengan pihak-pihak terkait baik Muhammadiyah dan umum. Bidang terkait agar bersinergi,” jelas Badrun.

Lebih lanjut, Badrun memaparkan, selain gerakan-gerakan di atas, DPD IMM Periode 2018-2020 akan memiliki beberapa lembaga otonom dan semi otonom. Lembaga baru tersebut dalam rangka optimalisasi kerja. Diantara lembaga yang akan dibentuk yaitu Lembaga Madrasah Demokrasi Ikatan (MADIN). Lembaga ini untuk menyambut tahun politik.

“MADIN akan konsen mengkaji isu-isu yang berkaitan dengan demokrasi dan Pemilu,” tambahnya.

Kemudian, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Komisariat Non PTM (LP2KNP). Lembaga ini nantinya bersifat tonom yang khusus menangani komisariat yang ada di kampus PTN, PTAIN, dan PTAIS. Penanganan lembaga ini berkaitan dengan role model perkaderan dan diaspora politik dalam Pemira kampus.

“Ini penting mengingat IMM di kampus non PTM ini adalah organisasi ekstra kampus dan memiliki konteks tersendiri,” ujar Badrun.

Selain itu, DPD juga akan membuat Lembaga Riset Mahasiswa. Berbentuk lembaga ini semi otonom yang berada di bawah naungan Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK). Lembaga ini untuk merevitalisasi ke-riset-an di IMM.

“Lembaga di atas adalah lembaga baru di DPD IMM Jateng, bahkan bisa dikatakan lembaga-lembaga di atas baru kali ini ada di sepanjang sejarah DPD IMM,” pungkasnya. []

Reporter : Fauqi
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here