Sajak-Sajak Cinta Cakpin Sanglong (2)

0
Sajak-Sajak Erika Agustina. Ilustrasi: Istimewa.

AKU INGIN

Aku ingin menjadi, walau sehelai rambut yang menempel pada mata sisir pagimu

betapapun itu, di sana ada tangan yang senantiasa merawat keindahan.

Aku ingin menjadi, walau seujung kuku yang kau potong setiap pekan

betapapun itu, di sana ada jemari yang senantiasa mengikat pernuh kelembutan.

Aku ingin menjadi, sekalipun sejejak langkah kepergian

betapapun itu, di sana ada wajah tuhan bersemayam.

Kau kekasih, yang bisa saja purna, tetapi pada segalamu, wajah tuhan tak pernah sirna.

Semarang 2018

SAPU TANGAN

Kita telah ditarik oleh benang-benang pertemuan yang saling terhubung dan terus ditenun menjadi sapu tangan: bergambar aku, berwarna kamu.

Kita akan menjadi sapu tangan
yang ada di setiap permukaannya. Ada empat mata yang saling memandang.

Dan di setiap helai-helainya ada yang saling memegang memegang erat dan enggan melepaskan.

Semarang 2018

ANDAI

Andai puisi tidak perlu diksi, maka kamulah itu,
yang kucipta tanpa pena
yang kubaca tanpa aksara
yang kupandang tanpa mata
yang ku, yang ku, yang kamulah itu, sayang …

yang yatim dari segala pengandaian.

Semarang 2018

Cakpin Sanglong , Pecinta Ngopi dan Puisi,  Pegiat Sastra di Gubug Aksara Sumenep tinggal di Semarang. Penulis dapat dijeguk di @pinsanglong.

Catatan: Redaksi tabloidcermin.com menerima kiriman naskah sastra cerpen atau puisi untuk Dibayar di rubrik sastra tabloidcermin.com setiap Hari Minggu. Khusus kiriman puisi percakapan minimal tiga naskah puisi dengan persyaratan puisi belum pernah tayang di media cetak atau media online lain-lain. Karya sastra dapat dikirim melalui email: onlinecermin@gmail.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here