Siswa Calon Duta Adiwiyata SDM 1 Solo Dilatih Bikin Pupuk Kompos, Ini Tips dan Triknya

0

TabloidCermin.Com, Solo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan tim bank sampah Kota Surakarta mengajarkan pembuatan pupuk kompos kepada 24 Calon Duta Adiwiyata siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Kegiatan ini bertujuan agar warga sekolah teredukasi dan mengoptimalkan manfaat sampah organik.

Menurut Narasumber Sri Mulayani dari DLH Solo, pelatihan pembuatan pupuk kompos untuk siswa ini merupakan salah satu cara agar sampah bisa dimanfaatkan secara benar dan tidak mencemari alam.

”Sampah organik bisa dimanfaatkan dengan baik. Selain itu berguna untuk menyuburkan tanaman,” katanya usai kegiatan.

Sri menuturkan, ada lima langkah membuat pupuk kompos menggunakan sampah rumah tangga. Pertama, memisahkan sampah organik dan an organik (plastik, kaleng, karet, dan kertas). Sampah organik berupa sisa makanan, kulit buah, daun, sisa sayuran. Sampah dicacah hingga ukurannya menjadi kecil.

Kedua, memasukkan sampah organik ke dalam tong komposter. Kemudian semprot dengan cairan bio activator lalu tutup tong komposter.

Ketiga, ulangi langkah no 1 dan 2 hingga tong komposter menjadi penuh. Setelah tong terisi penuh, sampah didiamkan selama satu bulan.

Keempat, setelah satu bulan panen sampah organik sudah bisa menjadi pupuk cair organik. Caranya, buka kran di bawah tong komposter (untuk penggunaannya 1 bagian pupuk cair organic dicampurdengan 10 bagian air).

Kelima, setelah pupuk cairnya dipanen, keluarhan kompos padatnya untuk dikeringkan. Kompos yang telah kering diayak hingga dihasikualitas yang seragam, selanjutnya kompos siap digunakan.

Sri melanjutkan, untuk pembuatan Bio Activator, di antaranya, dengan menyediakan air sebanyak 1 L. 2 sendok makan gula pasir dan terasi dapur dengan ukuran 2 x 2 cm (½bungkus). Setelah itu larutkan gula pasir dan terasi kedalam 1L Air. Kemudian aduk hingga rata dan diamkan minimal selama 1 hari. Baru setelah itu Bio Activator bisa digunakan.

“Menggunakan Bio Aktivator dengan EM4, sediakan Air sebanyak 1 L, Cairan EM4 sebanyak 60 ml, Larutkancairan EM4 kedalam 1L, aduk hingga merata dan diamkan minimal selama 1 hari, baru bio actor dapat digunakan,” katanya.

Salah satu siswa Ayla Najwa F.A mengaku senang bisa mengikuti pelatiham tersbut. “Saya senang dan seru bisa mengikuti kegiatan ini karena bisa menambah ilmu dan mengerti tentang pembuatan pupuk kompos cair dan padat. Mulai dari bahan sampah daun, sampah basah dapur rumah tangga, seperti tangkai sayuran, kulit buah pisang, jeruk, apel, dll,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Jatmiko mengatakan, pelatihan pembuatan kompos merupakan salah satu uapaya membangun karakter (character building) siswa dan akan terus dikembangkan. Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi bukti SD Muhammadiyah 1 Solo peduli lingkungan dan berwawasan lingkungan serta membantu pemerintah.

“Kita telah memiliki bank sampah atas keprihatinan masyarakat kekinian terutama generasi milenial akan lingkungan hidup yang semakin hari dipenuhi sampah, baik organik maupun anorganik. Kami mengajak civitas akademika khususnya dan masyarakat umum lebih peduli terhadap alam sekitar menjaga alam Nusantara” tutupnya. []

Reporter : Badrun Nuri
Editor : M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here