Serunya Saat 136 Peneliti Cilik “Serbu” Museum Radyapustaka Surakarta

0

TabloidCermin.Com, Solo – Sebanyak 136 Siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Museum Ketelan Surakarta Radyapustaka, meseum tua yang berdiri pada masa pemerintahanana Pakubuwono X, Rabu (30/1/2019). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran “Pengalamanku di Tempat Wisata” di SDM 1 Surakarta. Mereka yang berasal dari kelas 2A, B, C, dan ditamping guru pendamping.

”Tujuan dari kegiatan ini ada lima hal, yaitu memperkenalkan tempat wisata Museum Radyapustaka, memahami dan mendukung, melakukan proses belajar mengajar langsung ke sumber belajar, menciptakan pembelajaran dan memfokuskan pembelajaran yang berbeda dari yang aktif di sekolah, dan membantu siswa untuk membantu langsung pada Lingkungan sebagai sumber belajar, ”ujar Kustinah Purwani, guru pendanping siswa.

Sesampainya di muesum, karena rasa ingin tahu siswa sangat besar, mereka tidak sabar untuk menyusuri setiap sudut museum. Tak sedikit dari mereka yang berebut untuk meminta salah satu petugas.

Di museum Radyapustaka, banyak barang-barang kuno. Museum Radyapustakan memiliki koleksi 121 buah benda cagar budaya, 228 buah keramik dan 249 buah perunggu.

Ada pula 481 wayang, seperti Wayang Kulit, Wayang Purwa, dan Wayang Thailand. Selain itu, ada mata uang kuno, seperangkat gamelan, dan naskah kuno lain yang disimpan rapi di perpustakaan.

Museum Radyapustakan juga memiliki koleksi senjata, seperti senapan, tombak, keris, pedang, belati, perisai, anak panah, buku sastra, tikungan besar, dan mesin ketik huruf jawa.

Museum suasana yang terasa sejuk membuat siswa menikmati peninggalan sejarah tersebut. Siswa tampak serius menyimak dan mengeluarkan catatan di bukunya. Paris salah satunya, siswa kelas IIA yang senang mengikuti kegiatan ini. Karena dari sana, dia bisa berlajar sekaligus rekreasi.

”Yang paling menyenangkan, dapat saya lihat peluang-objek jaman dulu dan banyak macamnya. Kita bisa mempelajarinya, juga lupa lupa dan mengerti, ”ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko mengatakan, kunjungan ke museum membuat siswa mengenal sejarah dengan baik, terukur dan berkesinambungan. Menurutnya, hal ini merupakan satu proses perjalanan bangsa, dari generasi Kemarin, Sekarang, sampai besok.

“Ini merupakan satu rangkaian dan kini kita harus menggerakkan dan memetik pelajaran sejarah, koleksi karya luar biasa untuk generasi zaman sekarang. Mulai dari 400 buku Jawa, Canthik Rajamala, Tosan Aji, Wayang dan alat musik, arca batu, keramik, arca perunggu, miniatur ruang memorial, uang kuno dan perpustakaan, “paparnya. []

Reporter: Badrun Nuri
Editor: M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here