Jangan Sampai Muhammadiyah Jadi Objek Politik

0

TabloidCermin.Com, Pekalongan – Kader Muhammadiyah yang terjun di politik harus bisa membawa nilai-nilai Muhammadiyah. Jangan sebaliknya, mempolitisasi Muhammadiyah dengan menjadikan Muhammadiyah sebagai objek politik.

Hal ini disampaikan Ketum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto saat mengisi Seminar Pendidikan Politik di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Pahlawan Nomor 8 Gejlig Pekalongan, Minggu (3/2/2019). Cak Nanto, sapaan akrabnya, mengatakan, banyak kader Muhammadiyah yang gagal di politik lalu kembali ke Muhammadiyah tetapi kemudian mempolitisasi Muhammadiyah.

“Banyakan politisi kita selalu ingin membawa politik ke Muhammadiyah. Bukan nilai politik Muhammadiyah yang dibawa ke luar,” ucapnya di hadapan ratusan kader.

Seharusnya, lanjut Cak Nanto, nilai politik di Muhammadiyah yang dibawa keluar. Kader Muhammadiyah bisa mengisi partai politik apa saja, karena yang terpenting membawa nilai-nilai Muhammadiyah karena di sana juga lahan dakwah Muhammadiyah.

Oleh karena itu, melalui Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto ingin membawa organisasi tetap pada jalurnya. Jangan sampai Muhammadiyah jadi objek politik, tapi ruh Muhammadiyah tidak bisa dibawa ke luar. 

“Nilai Muhammadiyah harus jadi ruh dan yang paling penting harus berkelompok, bersatu. Temen-temen harus punya peran,” katanya.

Cak Nanto berpesan, kader Muhammadiyah harus cerdas menyikapi konstestasi politik 2019. Dia meminta kader tidak hanya fokus pada satu isu karena kontestasi politik melibatkan orang banyak, nasional bahkan internasional.

“Hanya Muhammadiyah yang belum terkontaminasi,” imbuhnya. []

Reporter: Pin
Editor: M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here