Khafid Sirotudin, Politisi dengan Segudang Pengalaman

0
Khafid Sirotuddin.

Di tangan Khafid Sirotudin, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menemukan nuansa baru. Baru kali ini lembaga yang salah satu tugasnya mengurusi kader di politik ini mengumpulkan seluruh kadernya yang secara khusus terjun di lembaga politik. Satu karakter pemimpin yang visioner dan memiliki ide cemerlang.

PERTEMUAN ratusan kader Muhammadiyah se Jawa Tengah yang memiliki jabatan di sejumlah lembaga politik itu bertajuk “Temu Kader Muhammadiyah Pejuang Kebangsaan”. Acara berlangsung di Lantai 2 Hotel Siliwangi, Semarang, Rabu (23/1/2019).

Melalui kegiatan tersebut, LHKP hendak menegaskan kepada kader mengenai hakikat berpolitik di Muhammadiyah. Yakni, politik yang mencita-citakan negara maju dengan bangsa yang berdaulat dan sesuai dengan visi keagamaan dan kebangsaan Muhammadiyah.

Temu kader terlaksana tidak lepas dari peran Khafid Sirotudin. Perannya sebagai Ketua LHKP menegaskan bahwa lelaki kelahiran Kendal, 27 Mei 1969 ini punya peran penting. Semua itu tidak lepas dari segudang pengalaman, baik di Muhammadiyah maupun saat menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Di sisi lain, Khafid memang dibesarkan dengan iklim keilmuan Muhammadiyah. Pendidikan dasar ditempuh di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Weleri. Sedangkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Muhammadiyah 1 Kendal. Dia juga pernah menjabat Ketua Majlis Pendidikan Kejuruan Daerah (MPKD) Kendal 2006-2016.

Di politik, karirnya dimulai dengan menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN). Pada 1998, Khafidlah salah satu orang yang menginisiasi berdirinya PAN Kendal. Pada tahun yang sama, dia mendeklarasikan PAN Jawa Tengah. Khafid terus konsisten di PAN, baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

Posisinya yang diperhitungkan mengantarkan Khafid ke kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan jabatan beragam. Di luar pemerintahan, Khafid pernah menjadi Ketua DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kendal (2007-2012) dan DPD APTRI Jateng (2012-2017). Jabatan LHKP PWM Jateng dipercayakan kepadanya sejak 2015.

“Sebenarnya sejak tahun 2000 saya sudah diminta PWM untuk di LHKP. Hanya waktu itu saya masih di DPRD sehingga permintaan belum bisa saya penuhi,” ujar suami dari Ratna Solikhah ini.

Kepada Tabloid Cermin, bapak dari empat anak ini mengaku tidak tahu pasti alasan diminta jadi Ketua LHKP PWM Jateng. Yang paling mungkin karena LHKP membidangi urusan kader Muhammadiyah di ranah politik dan berkaitan dengan kebijakan publik. Khafid yang telah matang di politik tentu menjadi pertimbangan tersendiri. “Kalau masalah itu (mengapa dijadikan Ketua LHKP, Red) tanya saja ke PWM,” katanya.

Khafid mengapresiasi kader yang terjun dan berhasil menduduki jabatan politik atau pejabat publik (eksekutif-legislatif-yudikatif). Muhammadiyah memang tidak berafiliasi ke partai politik, tetapi bukan berarti kader Muhammadiyah tidak boleh terjun ke lembaga politik. “Kita perlu apresiasi temen-temen yang mau daftar di KPU, Bawaslu, apalagi yang mau mendaftar sebagai Caleg,” katanya.

Meski demikian, lelaki yang tinggal di RT4/ RW1 Desa Penaruban, Weleri, Kendal ini berpesan, kader Muhammadiyah yang ingin di politik harus memiliki penasehat atau pendampingan. Setidaknya dibutuhkan lima penasehat/advisor.

Pertama, Penasehat Spiritual. Spiritual di Muhammadiyah itu Tauhid. Mubaligh, Dai, ustadz dan kiai Muhammadiyah adalah penasehat spiritual yang handal. Tanpa spiritualitas yang tinggi orang akan mudah terjebak pada perbuatan yang dilarang.

Kedua, penasehat intelektual. Sebagai pemimpin negara, kepala daerah, legislator, ekskutif memiliki  kemampuan terbatas. Selain itu, tidak memiliki cukup waktu untuk meningkatkan daya baca.

“Misalnya begini, saya yang berlatar belakang ilmu ekonomi dan agribisnis. Tentu kami membutuhkan supporting team dari ahli kesehatan apabila ditugaskan di komisi kesra dan kesehatan. Puluhan PTM dengan ratusan ahli di berbagai bidang diharapkan dapat membantu,” katanya.

Ketiga, penasehat media dan komunikasi. Cara komunikasi seorang legislator tentu berbeda dengan yang lain. Ditambah, media dan komunikasi menjadi keharusan di tengah-tengah arus informasi yang sangat cepat seperti sekarang. “Jangan sampai seorang pejabat publik dalam pemakaian diksi atau kalimat tidak pas. Ini akan jadi masalah,” imbuhnya.

Keempat, Penasehat Finansial. Dibutuhkan agar semakin banyak pejabat publik yang mampu membedakan mana uang halal, haram dan subhat. Yang kita sering lalai bahwa penyiapan, pelatihan dan pembiayaan untuk menjadikan kader bangsa itu membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Disinilah peran LazisMu mensupport dana fi sabilillah untuk menyiaplkan sebanyak-banyaknya kader di berbagai bidang kehidupan kebangsaan.
Kelima, Penasehat Royal (entertainment advisor). “Ada pepatah Jawa Ajining raga seka busana Penampilan fisik musti terlihat mitayani. Bukan untuk bermewah-mewahan namun untuk kesahajaan atau kesederhanaan,” jelas Khafid.

Khafid mendorong kepada kader AMM, khususnya IPM dan IMM, sebagai Ortom yang paling berhubungan dengan kelompok pelajar dan mahasiswa harus dipersiapkan. Menurutnya, saat ini kader tidak bisa lagi hanya santai. Semua ruang publik musti diisi.  “Sekarang kan era kompetisi. Nah, kompetisi ini bisa dimenangkan kalo kita punya kompetensi. Jadi peningkatan kompetensi warga dan kader ini yang utama maka kita siapkan,” pungkasnya. []

Biodata Khafid Sirotudin

Nama : Khafid Sirotudin

Tetala : Kendal, 27 Mei 1969.

Alamat : Pagersari 4/1 Penaruban Weleri Kendal 51355

Nama Istri : Ratna Solikhah

Jumlah anak : Empat orang (Aqib Ossa Eldurr Iftitah, Zaka Eldurr Mumtaz Alim, Meutia Eldurr Riska Tsalitsa dan Salma Nabita Eldurr Hatami)

Jabatan : Ketua LHKP PWM Jawa Tengah 2015-2020

Riwata Pendidikan

SD Muhammadiyah Weleri, SMP Negeri Weleri, SMA Muhammadiyah 1 Kendal, S-1 Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), S-2 Magister Agribisnis Undip

Pengalaman Organisasi dan Jabatan Penting

Ketua DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kendal 2007-2012, DPD APTRI Jateng (2012-2017, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kendal 2 periode (2006-2011 dan 2011-2017), Wakil Ketua Kadin Jateng (2006-2011), Ketua Majlis Pendidikan Kejuruan Daerah (MPKD) Kendal 2006-2016, KNPI Kendal dan Jawa Tengah (2000-sekarang), Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Jateng (2015-2020), Pembina Takmir Masjid An-Nur Weleri (2018-2022), Koordinator Majlis Muthala’ah Al-Quran/MMA (2015-sekarang), Pendiri dan Anggota KJKS/BMT Binama Weleri dan Kaliwungu (1994-sekarang), Manager Tim Basket PON Jateng 2008 di Samarinda, General Manager Tim Basket Jateng 2012 di Riau. Tim Basket Putri mendapat medali Emas dan Tim Putra mendapat medali Perak, Sekretaris Umum Pengprov Perbasi Jateng (2010-2014), Staf Ahli FPAN DPRD Jateng 1999-2004, Anggota DPRD Provinsi Jateng periode 2004-2009 dan 2009-2014, Ketua Komisi B (Bidang Ekonomi, Perdagangan dan Pertanian), Anggota Komisi E Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, Anggota Komisi C (Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah dan Perusda), Wakil Ketua Fraksi PAN, Ketua Fraksi PAN.

Reporter : Ilyas
Editor : M. Arif

Note : Profil ini tayang di Tabloid Cermin Cetak Edisi Februari 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here