Muhammadiyah Jateng, Menggema dengan 4.471 Amal Usaha

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Cikal bakal Muhammadiyah di Jawa Tengah di mulai dari Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Tahun 1921 saat itu, Kiai Ahmad Dahlan, selaku pendiri Muhammadiyah, memberikan pembinaan langsung kepada aktivis agama.

Setahun kemudian, tahun 1922, Muhammadiyah berhasil melebarkan sayap dengan meresmikan Cabang Muhammadiyah Pekajangan. Sebelas hari kemudian, Cabang Muhammadiyah Pekalongan menyusul. Selanjutnya, Muhammadiyah terus mekar, menyebar ke berbagai penjuru kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Di usianya yang ke-106, Muhammadiyah di Jawa Tengah terus bergerak dengan dakwahnya yang khas. Gerakan-gerakan tersebut terkordinir melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang kini digawangi H. Tafsir sebagai ketua.

PWM Jateng kini menaungi 35 persyarikatan yaitu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Di bawah PDM ada 573 persyarikatan berupa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sebanyak 573 cabang. Di bawah PCM ada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) sebanyak 3.876 ranting. Sementara itu, tercatat anggota Muhammadiyah di Jawa Tengah tidak kurang dari 65.425 orang.

Sebagaimana pusat, Muhammadiyah bergerak di bidang dakwah yang salah satunya berupa pendirian sejumlah Amal Usaha (AUM) yang dikelola secara sentral di bawah majelis-majelis PWM. Tercatat, jumlah AUM di bawah naungan PWM Jawa Tengah sebanyak 4.471 buah. Meliputi, AUM di Bidang Pendirikan, Ekonomi, dan Sosial, ditambah kelompok Seni dan Budaya sebanyak 54 buah. Semua AUM tersebut telah mewarnai gerakan Muhammmadiyah di Jawa Tengah disamping gerakan yang bersifat kultural dan keagamaan.

Sekretaris Pimpinan PWM Jateng Bisyron Mukhtar mengatakan, daerah yang paling maju (besar) amal usahanya Surakarta, Klaten, dan Banyumas. Sedangkan paling kecil adalah Demak.

“PWM selalu mendorong daerah-daerah agar lebih maksimal memajukan amal usahanya dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya dengan harapan bisa memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Bisyron kepada Tabloid Cermin.

Menurut Bisyron, ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan AUM. Pertama kepemimpinan. Soliditas kepemimpinan sangat menentukan terhadap kemajuan AUM. Kedua, support dari seluruh komponen Muhammadiyah. Ketiga, amanah atau kepercayaan.

“Muhammadiyah besar sampai saat ini karena dikelola oleh orang-orang amanah. Muhammadiyah juga dipercaya oleh orang-orang luar Muhammadiyah,” jelas Bisyron.
Bisyron menambahkan, Muhammadiyah masih memiliki banyak target untuk pengembangan dakwah ke depan.

“Satu tahun kedepan kami ingin menyelesaikan mesjid At-Taqwa di Unimus, Rumah Sakit Pemalang, Rumah Sakit Bobotsari Purbalingga, Rumah Sakit PKU Demak, Rumah Sakit Banjarnegara dan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan,” ujar Bisyron. []

Info Grafis Daftar Aset yang Muhammadiyah Jawa Tengah

PERSYARIKATAN
PDM : 35 buah
PCM : 573 buah
PRM : 3.876 buah
Anggota Muhammadiyah : 65.425 orang

PENDIDIKAN
Pendidikan Dasar:
SD : 176 buah
MI : 468 buah
Pendidikan Menengah:
SMP : 281 buah
MTs : 108 buah
Pendikan Atas:
SMA : 111 buah
SMK : 170 buah
MA : 18 buah
Pendidikan Tinggi:
PTM : 25 buah
Lain-Lain
SLB : 2 buah
PonPes : 50 buah
TPQ : 2.017 buah
TK ABA, BA, Play Group : 750 buah

KESEHATAN
RS PKU Muhammadiyah : 35 buah
BKIA : 2 buah
Rumah bersalin : 66 buah
Poliklinik : 10buah
RSU Muhammadiyah : 7buah
Balai Pengobatan/Rumah bersalin ‘Aisyiyah : 26buah

EKONOMI
BPRS Artha Surya Barokah (3 Cabang)
Koperasi Badan Hukum : 14 buah, BUEKA, Batut Tamwil Muhammadiyah (BTM).
PT Sinar Muhindo Konstruksi (PT SinarMu).
Koperasi Sinar Medika Tengah

SOSIAL BUDAYA
Panti Asuhan Muhammadiyah : 98buah
Panti Asuhan ‘Aisyiyah : 34buah
Kelompok Seni Budaya : 54buah

Reporter : Ilyas
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here