Murid Tantang Guru di Jatim, Begini Tanggapan Dikdasmen PWM Jateng

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Video viral seorang murid menantang dan melawan gurunya di dalam kelas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Wringinanom Gresik Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019) menyita perhatian publik. Kejadian tersebut membuat prihatin dan mencoreng lembaga pendidikan.

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM Jawa Tengah Karnadi Hasan mengatakan, perilaku menyimpang siswa membuat prihatin guru, orang tua, dan lembaga terkait, dalam hal ini dinas pendidikan (Dispendik) setempat. Menurut Karnadi, penyimpangan terjadi karena pengaruh lingkungan dan kurangnya pengawasan terhadap anak. Di sekolah, anak menjadi tanggung jawab guru, di luar sekolah anak jadi tanggungjawab orang tua dan masyarakat sekitar.

“Karena kejadiannya di sekolah, maka tanggung jawab guru dan pimpinan sekolah, khususnya wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,” kata Karnadi kepada tabloidcermin.com, Selasa (12/02/2019).

Karnadi menjelaskan, ada empat komponen sistem pendidikan. Pertama, pimpinan sekolah. Kedua guru. Ketiga tata tertib sekolah. Keempat, siswa. Semuanya memiliki tanggung jawab. Di sekolah harus ada lingkungan yang dibentuk untuk membina karakter siswanya.

“Guru harus bisa mengambil peran strategis kepada siswa selama masih ada dilingkungan sekolah,” jelas Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang.

Di Muhammadiyah sendiri, lanjut Karnadi, Majelis Dikdasmen sebagai penyelenggara pendidikan memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan, pengawasan dan mengevaluasi jalannya pendidikan di Madrasah/sekolah.

“Dikdasmen dimasing-masing jenjang harus melakukan ketiga tugas yang saya maksud,” jelasnya.

Dikdasmen juga melakukan pembinaan kepada pimpinan sekolah, guru dan karyawan Muhammadiyah setiap madrasah. Meliputi, penguatan ideologi dalam pengelolaan pendidikan, pembinaan Al-Islam kemuhammadiyahan dan pembentukan perilaku islami dilingkungan sekolah.

“Jika peran-tersebut tidak dilakukan, maka akan menjadi persoalan dan berdampak buruk pada pendidikan di sekolah,” tutur karnadi. []

Reporter : Ilyas
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here