Merenungi Lebih Dalam Trilogi Muhammadiyah bagi Pemuda

0

Oleh : Joko Triyanto*

NAMA Pemuda Muhammadiyah sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat atau istilah lainnya adalah organisasi Pemuda. Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi otonom dibidang kepemudaan senantiasa berjuang dan berkiprah sesuai cita -cita Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebagai ayah lahir Tahun 1912 Masehi, jauh sebelum Indonesia Merdeka 1945 masehi. Muhammadiyah Hadir tidak hanya untuk anggotanya saja, melainkan hadir untuk semua umat manusia. Hal tersebut terbukti dengan kiprah Muhammadiyah dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Banyak Tokoh Muhammadiyah yang berkiprah mulai dari perjuangan, persiapan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia seperti KH. Ahmad Dahlan, Siti Walidah, Ki Bagus Hadi kusumo, KH. Mas Mansur, Ir.Soekarno (Presiden Pertama Indonesia), Jenderal Sudirman (Panglima Besar TNI), Kasman Singodimejo, Buya Hamka (Ketua MUI ) dan masih banyak lagi hingga mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Pemuda Muhammadiyah sebagai kader pelopor, elangsung dan penyempurna gerakkan berkemajuan, wajib menjadi kader umat, kader bangsa dan kader persyarikatan. Dalam menjalankan amanah, baik di bidang keumatan, bangsa, maupun persyarikatan, wajib memegang tiga prinsip/ideologi.

Trilogi tersebut adalah Tauhid yang Murni, Ilmu yang tinggi dan Amal yang banyak.

Tauhid Murni

Pemuda Muhammadiyah wajib bertauhid murni. Hal tersebut sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, dalam aqidah poin 1.1 yang berbunyi, “setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran imani berupa tauhid kepada Allah SWT, yang benar, ikhlas dan penuh ketundukan sehingga terpancar sebagai ‘ibadurahman yang menjalani kehidupan dengan benar-benar menjadi mu’min, muslim, muttaqin dan muhsin yang paripurna”.

Poin ini menjelaskan bahwa siapapun yang mengaku dan menjadi pimpinan maupun anggota Pemuda Muhammadiyah harus bertauhid hanya Kepada Allah SWT dengan benar, ikhlas dan penuh ketundukan. Jika ada pimpinan dan anggota Pemuda Muhammadiyah tidak Bertauhid secara murni dan ikhlas, mereka hanyalah mengaku-ngaku, mencari nama popularitas dan bahkan menjadi perusak atau benalu dalam organisasi. Naudubillahmindalik.

Pemahaman tauhid Pemuda Muhammadiyah diperkuat dalam pedoman Hidup Islami warga Muhammadiyah, dalam aqidah poin 1.2 yang berisi, “setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimanan berdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak sirik, takhayul, bid’ah dan khurafat yang menodai iman dan tauhid kepada Allah SWT.”

Salah satu dasar dari hidup bertauhid adalah firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas ayat 1-4 yaitu “Katakanlah; Dialah Allah yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan dia.”

Ilmu Tinggi

Ilmu adalah kunci dari gerakan berkemajuan. Dalam setiap pribadi pemuda Muhammadiyah haruslah ditanamkan sifat dan semangat untuk berIlmu yang tinggi. Bukan pemuda Muhammadiyah jika puas dalam memiliki dan menguasai ilmu tertentu.

Pemuda Muhammadiyah harus terus belajar dan belajar hingga akhir hayat. Masih banyak kader PM yang belum memahami dan memperjuangkan ilmu yang tinggi. Maka ajakan untuk mengaji, mengkaji, membaca buku, menimba ilmu pada ustadz/pakarnya, membaca medsos, membaca situasi kondisi terkini hingga budaya literasi harus terus ditanamkan dan suarakan oleh semua kader dimanapun berada.

Terkait Pemuda Muhammadiyah yang berilmu yang tinggi ini di perkuat dan diperjelas dalam pedoman hidup islami warga Muhammadiyah. Dalam mu’amalah duniawiyah, setiap warga Muhammadiyah senantiasa berilmu/berfikir burhani, bayani dan ‘irfani yang mencerminkan cara berfikir islami yang dapat membuahkan karya-karya pemikiran maupun amaliyah yang mencerminkan keterpaduan antara orientasi hablum minallaah dan hablum minan naas serta maslahat bagi kehidupan ummat manusia.

Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat Derajatnya. Allah Ta’ala berfirman:

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).

Amal Banyak

Orang yang bertauhid murni dan ber-ilmu yang tinggi pasti bisa beramal saleh yang banyak. Amal saleh ialah perbuatan baik yang memberikan manfaat kepada semua orang. Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan sudah mencontohkan dan mempelopori gerakan beramal saleh yang banyak.

Amal saleh yang dicontohkan KH.Ahmad Dahlan dalam Islam tidak hanya terbatas pada ibadah. Sebagaimana ilmu dalam Islam tidak hanya terbatas pada ilmu fikih dan hukum-hukum agama, namun juga dalam kehidupan sosial.

Muhammadiyah dalam kehidupan sosial membantu orang tanpa pandang suku, ras ataupun golongan. Semua orang di bantu Muhammadiyah. Lebih dari sepuluh ribu amal usaha Muhammadiyah (lihat database AUM di website Muhammadiyah.id) yang telah mencerdaskan dan membantu ratusan ribu masyarakat, dari berbagai ras, suku, agama, golongan. Mulai dari AUM pendidikan PAUD, TK ABA, hingga perguruan tinggi, panti asuhan, panti jompo, rumah sakit dan lain sebagainya.

Maka kader Pemuda Muhammadiyah wajib membudayakan sifat banyak beramal kepada siapapun, membantu siapapun dan dimanapun. Mengenai amal yang banyak ini, di milad Muhammadiyah ke-106 tahun, kita telah di ingatkan dengan tema milad “Ta’awun untuk Negeri”. Tema ini menjelaskan bahwa salah satu kader Muhammadiyah adalah membantu semua anak negeri tanpa terkecuali.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-‘Ankabut ayat 7: “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”

Tanpa menjalankan trilogi diatas, hanya mengaku-ngaku atau hanya sekedar numpang nama di struktur saja, maka Pemuda Muhammadiyah jadi lemah, sebaliknya jika menjalankan trilogi di atas maka Pemuda Muhammadiyah akan menjadi kuat dan semakin maju. Pemuda Muhammadiyah adalah generasi pemimpin masa depan.

Jika semua Kader Muhammadiyah memegang prinsip trilogi yaitu ber-tauhid yang murni, ber-ilmu yang tinggi, beramal yang banyak, insyaAllah Islam akan semakin jaya, Indonesia semakin maju. Dengan begitu akan tercapailah cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakkan Islam berkemajuan. []

*Penulis adalah Bidang Kader PDPM Boyolali, Alumni P. Instruktur PWPM Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here