Sajak-Sajak Nur Laeli Saputri

0
Nur Laeli Saputri

PEMIMPIN

Ku hormati kedudukanmu
Kau raja tanah air ini
Tapi.. Tangguhkan bijaksanamu
Ku akui betapa beratnya tugasmu untuk memajukan bangsa ini

Akan tetapi
Kau tak mengerti betapa banyaknya orang yang kelaparan
Ditengah hamparan rumput segar
Kau malah siram bunga yang sudah mekar
Berilah kami jalan untuk mencari isi perut kami
Kami yang akan memajukan anganmu
Seharusnya kau lebih tau kami

Bahwa kami adalah rajanya
Kami seekor harimau muda

Pekalongan, 2019

TERIMA KASIH IBU

Ibu …
Terimakasih
Atas segala kasih sayangmu selama ini
Terimaksaih atas segala perjuanganmu
Atas segala pengorbananmu

Ibu…
Terimakasih atas segala tetes air matamu yang mengalir di setiap doa doa mu untukku
Terimakasih sudah membesarkanku
Dengan segala cinta dan kelembutan hatimu

Ibu…
Maafin aku
Jika belum bisa menjadi yang engkau harapkan
Jika belum bisa menjadi kebanggaanmu
Maafin aku ibu…
Sungguh aku sangat mencintaimu

Pekalongan, 2019

RINDU

Jika rindu adalah hujan
Angin pun akan menyamaikan rintiknya,
mengantarkan ke ranting
Dahan, berharap sampai ke dirinya.

Jika rindu adalah cahaya
Sinar kemilaunya menembus
Petala sukma di jiwa
Menyebar diatas singgasana rasa indah pesona
Hati berjiwa, suka berhamba.

Jika rindu itu bunga
Kan ku persembahkan dengan tangkainya
Sebagai rasa hormat ku akan perjuangannya
Kan ku tulis namanya di relung jiwaku
Abadi diukir radius nafas masa usia

Apabila rindu itu hati
Kan ku peluk diujung hasrat hakiki
Sampai denyut nadi ku berhenti tak terperi

Jika rindu adalah hujan
Angin pun akan menyamaikan rintiknya
Mengantarkan ke ranting
Dahan, berharap sampai ke dirinya

Jika rindu adalah cahaya
Sinar kemilaunya menembus
Petala sukma di jiwa
Menyebar diatas singgasana rasa indah pesona
Hati berjiwa, suka berhamba..

Jika rindu itu bunga
Kan ku persembahkan dengan tangkainya..
Sebagai rasa hormat ku akan perjuangannya
Kan ku tulis namanya di relung jiwaku
Abadi diukir radius nafas masa usia

Apabila rindu itu hati
Kan ku peluk diujung hasrat hakiki
Sampai denyut nadi ku berhenti tak terperi.

Pekalongan, 2019

Nur Laeli Saputri, Siswa Kelas XI TKJ 
SMK Muhammadiyah Bligo Pekalongan

Note: Redaksi tabloidcermin.com menerima kiriman naskah sastra cerpen atau puisi untuk ditayangkan di rubrik sastra tabloidcermin.com setiap Hari Minggu. Khusus kiriman puisi minimal tiga naskah puisi dengan syarat puisi belum pernah tayang di media cetak atau media online lain-lain. Karya sastra dapat dikirim melalui WhatsApp : 082188967969

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here