[Editorial] Peran Ganda Angkatan Muda

0
Cover Tabloid Cermin Edisi Januari 2019.

ERA tekonologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Mereka akan memiliki peran ganda. Di samping dituntut melek teknologi informasi, mereka harus memikirkan Muhammadiyah di masa depan.

Memikirkan eksistensi Muhammadiyah menjadi sebuah keniscayaan. Karena ke tangan mereka Muhammadiyah kelak diserahkan.

Sedangkan perkembangan teknologi informasi menjadi kenyataan yang harus dihadapi dan mendapat perhatian serius. Bahkan tak hanya bagi kader muda Muhammadiyah, tetapi semua generasi muda saat ini.

Peran AMM di tengah-tengah arus informasi setidaknya meliputi dua aspek penting, internal dan eksternal. Pertama, secara internal AMM harus melek teknologi informasi untuk membentengi diri agar tidak mudah terjebak pada informasi-informasi bohong (hoax), fitnah, dan propaganda paham keagamaan atau politik praktis yang mengarah pada perpecahan.

Kedua, secara ekternal, AMM dituntut ikut serta dalam proses transformasi gerakan dakwah Muhammadiyah. AMM punya tanggung jawab meramaikan arus informasi agar gerakan dakwah Muhammadiyah di dunia digital semakin ramai dan bepengaruh besar bagi masyarakat.

Perkembangan teknologi menjadi peluang yang harus dimanfaatkan.

Di tengah-tengah tanggung jawab tersebut, AMM perlu terus menerus berproses untuk menjadi kader terbaik Muhammadiyah, matang dan militan. Ber-Muhammadiyah secara total menjadi keharusan karena jangan sampai orang yang tidak tahu Muhammadiyah nantinya menempati peran-peran strategis di Muhammadiyah.

Jika ini terjadi, Muhammadiyah yang kini telah mencapai kemapanan, di masa mendatang akan merosot karena dipegang oleh kader orang-orang yang belum paripurna dalam ber-Muhammadiyah.

Menjadi AMM harus memahami hakikat kaderisasi Muhammadiyah. Yakni menjadi kadar paripurna untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarnya. Kader Muhammadiyah berjiwa Islam, bekermajuan, berintegritas, dan berkompeten dalam bidang-bidang yang menjadi ladang garapan Muhammadiyah.

Karakter Muhammadiyah mencontoh Kiai Ahmad Dahlan yang dalam Thesis Dr. Alfian setidakhnya memiliki tiga karakter. Pertama, tidak banyak bicara tapi mengedepankan aksi. Kedua, lambat tetapi pasti. Ketiga, menempuh segala sesuatu dengan tenang dan damai. Inilah karakter Muhammadiyah yang harus menjadi ruh setiap gerakan kader Muhammadiyah.

Gerakan AMM sebagai wadah berproses kader muda tidak boleh melenceng dari visi dan karakter Muhammadiyah. Apalagi di tengah-tengah arus informasi yang semakin dahsyat, AMM harus selalu mawas diri dan menjadi benteng pertahanan atas segala upaya dari luar yang dapat merusak Muhammadiyah. [Redaksi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here