Gerakan Dakwah Digital Muhammadiyah Harus Lebih Masif

0
Dakwah Muhammadiyah di Era Digital. Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Semarang – Era industri 4.0 termasuk sunnatullah yang tidak bisa dihindari. Mentransformasikan dakwah Muhammadiyah akhirnya menjadi sebuah keniscayaan. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) harus ambil bagian yang meramaikan suasana dakwah Muhammadiyah di era digital ini.

Hal ini disampaikan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jateng Teguh Hadi Prayitno. Teguh mengatakan, jangan sampai ketika orang menulis kata kunci agama di google, yang keluar bukan warna Muhammadiyah. Mau cari seputar salat, hasil ijtihad, atau sesuatu yang kekinian harus disediakan Muhammadiyah di dunia digital. Gerakan tersebut harus lebih dimasifkan.

“Selama ini kan tidak pernah, saat kita mengeklik, yang keluar kan malah yang selain dari Muhammadiyah,” katanya kepada Tabloid Cermin, Kamis (17/1/2019) lalu.

Menurut Teguh, Muhammadiyah dengan angkatan mudanya harus mampu menjadi yang terdepan di bidang dakwah digital. Setiap Orgaisasi Otonom (Ortom) di AMM mempunyai bidang komunikasi dan media. Bidang itu harusnya lebih di optimalkan dan disinergikan.

Di sisi lain, Teguh melanjutkan, Muhammadiyah sebagai organisasi induk harus memberi dukungan. Dakwah digital harus digarap serius tanpa meninggalkan pola dakwah yang sudah berjalan.

Jurnalis SCTV sejak 1997 ini menamahkan, Muhammadiyah memiliki lebih dari 170 perguruan tinggi dengan basis massa yang tidak sedikit. Sehingga modal untuk mengarapnya sudah tersedia.

“Kita punya modal. Modal manusia, modal sosial dan modal keuangan. AUM (Amal Usaha Muhammadiyah, red) kita banyak. Tidak ada alasan untuk tidak maju di bidang itu,” katanya.

Dalam pandangan mantan aktivis pers mahasiswa Hayam Wuruk Universitas Diponegoro ini, kader Muhammadiyah yang meramaikan dunia digital ada dua tipe. Pertama, kader sebagai seorang dai yang tampil di dunia digital. Kedua, kader yang menciptakan ruang bagi dai-dai Muhammadiyah.

Selama ini, di tingkat PWM Jateng sudah ada beberapa pembaharuan di dunia digital. Dulu tidak pernah ada radio streaming, kini sudah tersedia. Kemudian, portal daring PWM Jateng yang dulu monoton, sekarang lebih interaktif.

Menurutnya, AMM juga harus melakukan pembaharuan serupa di ortomnya. “AMM juga harus konsekuen. Jika diberi amanat menggarap itu juga harus sanggup,” pungkasnya. []

Reporter: Aulia
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here