Madrasah Epistimologi IMM Sukoharjo, Membangun Nalar Kritis Era Post Truth

0
Madrasah Epistemologi sukses diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo, Kamis-Sabtu (7-10/3/2019). Foto: Istimewa.

TabloidCermin, Sukoharjo – Madrasah Epistemologi sukses diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo, Kamis-Sabtu (7-10/3/2019). Dengan mengangkat tema “Membangun Nalar Kritis Mahasiswa di Era Post Truth Dalam Rangka Merevitalisasi Keilmuan Demi Bangkitnya Budaya Literasi”, sebanyak 20 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan diisi oleh satu pemateri, full menemani dan membimbing diskusi dari awal hingga selesai. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan perubahan.

Harapan tersirat dalam tema kegiatan, yaitu membangunkan mahasiswa dan merevitalisasi keilmuan, sebagaimana yang sempat disitir oleh Cak Akhol (Pemateri Madrasah Epistemologi).

“Jika anda masih saja biasa biasa saja hari ini, tanpa kegelisahan melihat realitas yang kacau ini, sejatinya anda belum terbangun dari mimpi,” katanya.

“Namun tidak hanya terbangun, tapi setelah itu mampu melakukan perubahan mulai dari diri sendiri hingga lingkungan bahkan sampai pada bangsa, negara dan dunia,” sambugnya.

Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Sukoharjo Immawan Ahmad Zulkarnain mengatakan, madrasah epistimologi tidak hanya untuk membuka samudra pengetahuan. Dia menekankan untuk membuat Sekoci-Sekoci (perahu kecil) di lingkangan komisariat dan kampus masing masing.

“Perubahan tidak akan pernah tercapai bila tidak dilakukan dari tindakan tindakan kecil. Tentu semua itu adalah semangat IMM Sukoharjo yang ingin mengembangkan tradisi intelektual IMM agar mampu membaca perubahan zaman dan dapat memberikan jalan jalan alternatif baru bagi masyarakat,” katanya.

Cak Akhol berpesan kepada peserta untuk melanjutkan tradisi yang telah dibangun selama tiga hari itu untuk terus membaca dan berdiskusi dan dilanjutkan untuk menulis. Menurutnya, menulis adalah keabadian.

Dia juga mengatakan, apa yang dia bicarakan selama kurang lebih tiga hari tidak akan bertahan lebih dari satu minggu. Dia menyarankan untuk membanjiri media cetak dengan tulisan tulisan yang bermutu.

“Saya tunggu karya-karya anda semua,” katanya. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here