Kata Rizal Ramli, Sistem Demokrasi Perlu Dirubah

0
Rizal Ramli hadir sebagai pembicara dalam acara Grand Opening Madrasah Demokrasi Ikatan (Madin) dan Seminar Nasional dengan tema “Integritas Politik Mahasiswa Di Tengah Badai Politik Rente” di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat (15/3/2019). Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Semarang – Mantan Menko Bidang Kemaritiman RI (2015-2016) Rizal Ramli hadir sebagai pembicara dalam acara Grand Opening Madrasah Demokrasi Ikatan (Madin) dan Seminar Nasional dengan tema “Integritas Politik Mahasiswa Di Tengah Badai Politik Rente” di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat (15/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Rizal Ramli menyampaikan kekagumannya terhadap topik diskusi. Menurutnya, sudah langka diskusi yang mengangkat pembahasan tentang integritas.

“Saya kagum melihat tema diskusi saat ini,” katanya.

Rizal Ramli mengatakan, saat ini susah sekali mencari orang yang berintegritas, karena kebanyakan apa yang dikatakan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. “Yang dikatakan dan yang dilakukan justru bisa 180 persen berbeda,” katanya.

RR mengaku kecewa karena reformasi yang diperjuangkan dulu tidak sesuai dengan harapan. Dia menyebut demokrasi saat ini demokrasi kriminal. Tolak ukurnya sederhana, ada ribuan pejabat pemerintah korupsi, baik bupati, walikota, maupun gubernur dan Dewan.

“Saya menulis buku Demokrasi Indonesia Yang Ternoda,” imbuhnya.

Menurut RR, banyak orang baik, tapi setelah masuk sistem malah menjadi kriminal. Menurutnya, salah satu faktor utamanya adalah biaya politik yang mahal.

“Sistem demokrasi perlu dirubah, caranya, biaya politik ditanggung pemerintah. Kalau tidak demikian, Indonesia akan bahaya,” kata RR.

RR juga menyampaikan, selama sistem tidak berintegritas maka akan sulit menghasilkan pemimpin yang hebat.

“Kuncinya adalah kepercayaan, maka cari orang yang jujur dan tidak bisa disogok, rakyat rindu keadilan,” katanya.

Rizal Ramli menambahkan, penyelenggara Pemilu dinilai tidak berintegritas. Pasalnya, harus ada saksi di setiap TPS dan membutuhkan dana banyak. Rizal Ramli berharap, ke depan tidak ada lagi pengawas Pemilu karena sudah berintegritas.

Selain RR, dalam seminar tersebut hadir juga Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM Jawa Tengah Khafid Sirotudin dan Bawaslu Jawa Tengah Sri Sumanta. []

Reporter : Ilyas
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here