Buku “Wacana Islam Progresif” Anjar Nugroho Dibedah di Purwokerto

0
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (LPIP UMP) bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Banyumas menggelar acara Bedah Buku "Wacana Islam Progresif" karya Dr. Anjar Nugroho, Kamis (21/3/2019). Foto: Tgr

TabloidCermin.Com, Purwokerto – Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (LPIP UMP) bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Banyumas menggelar acara Bedah Buku “Wacana Islam Progresif” karya Dr. Anjar Nugroho, Kamis (21/3/2019).

Bedang buku menghadirkan empat narasumber, yakni Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, Ketua LPIP UMP Dr Sriyanto, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) Bangkit Ari Sasongko, dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho. Bedah buku dimoderatori Ketua Umum PC IMM Banyumas Rizal Rifai.

“Saudara penulis sedang mengilustrasikan dan mengimanjinasikan Islam yang OK menurut kaum milenial, keislaman yang menggerakan alam semesta ini menjadi kehidupan yang memerdekaakan siapapun yang ada dimuka bumi ini,” ujar Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) Bangkit Ari Sasongko.

Ari mengtatakan, wacana Islam progersif yang dimaksud adalah bahwa setiap insan yang beragama hendaknya menghadirkan agama yang memerdekaan setiap diri manusia yang bernyawa. Misalnya, mustahil jika Muhammadiyah yang berkemajuan tetapi perilakunya tidak memerdekakan setiap orang yang ada di dalam rumah besar bernama Muhammadiyah.

“Jadi saudara Anjar Nugroho menuliskan bahwa dakwah setiap diri kalian (Kader IMM) yang Muhammadiyah itu memerdekakan siapapun yang ada di dalam Muhammadiyah tersebut,” urainya.

Lebih menurut Bangkit, Islam Progresif yang dimaksud adalah Islam yang menekankan dan mendudukan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan diri kita sendiri yang seringkali dilingkupi perasaan super ego yang sangat besar. Kerena kemanusiaanlah yang menyatukan ke dalam keberagamaan bermuhammadiyah.

“Di dalam buku ini menyimpan sebuah ghirah untuk memajukan keadaan. Jadi kalau dipraktiskan dalam gerakan IMM, insan IMM itu ya harus progresif, IMM itu harus membaca, jadi itu sebuah tantangan dari para profesor, para penulis bahwa UMP ini harus dibaca,” tandasnya.

Menurutnya, kalau Islam Profresif menjadi sekedar wacana, dan teoritisasi, maka tidak akan pernah menjadi sempurna progresifnya. “Progresif adalah ajakan untuk melakukan aksiologi,” imbuhnya.

Sementara pemaparan Dr Anjar Nugroho yang sekaligus menjabat Ketua Forum Komunikasi Alumni (FOKAL) IMM Banyumas dan Demisioner Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM DIY menjelaskan Islam Progresif versi Kiai Dahlan.

“Kalau Kiai Dahlan, ini mengatakan Islam yang berkemajuan. Tentang kemudian ada farian berbagai macam dalam pemikiran Islam. Termasuk gagasan Prof Munir dalam pemikiran Muhammadiyah sendiri juga macam-macam. Ada yang namanya Muhammadiyah murni, ada Muhammadiyah Marhend. Di Muhammadiyah sendiri variannya kan sudah bermacam-macam, apalagi di dalam Islam pasti lebih banyak macamnya,” tutur Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah itu.

Lebih lanjut Anjar menjelaskan, kenapa Allah menurunkan Islam dan bagaimana mewujudkan kemashlahatan di dunia dan akhirat. “Dan itulah yang kemudian dicontohkan dalam perjalanan kenabian. Kalau Nabi hanya mengajarkan (misalnya) tentang ibadah mahdah atau ritual ibadah, itu tidak ada penentangan di kaum kafir quraisy,” katanya.

Saat Islam bicara soal keadilan, bicara tentang kesetaraan, bicara soal hak warga, inilah yang kemudian mengusik hegemoni para penguasa kaum kafir kurais. “Jadi ada penentangan, ketika aktualisasi Islam menyentuh aspek ekonomi dan politik ini kemudian menjadi ajang pertempuran antara klompok Islam atau kelompok nabi dengan kelompok kafir. Dan ketika diejawantahkan itulah yang disebut dengan Islam Progresif,” paparanya. []

Reporter: Fawaid/ Tgr
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here