Sajak-Sajak Zilva N. Awaliyah

0
Zilva Nur Awaliyah

BENCANA

Langit mendung,
Tak ingin menampakan cerahnya
Matahari murung,
Tak ingin menampakan sinarnya
Entah sebab apa mereka bersedih

Tetes demi tetes
Awan hitam menurunkan air mata
Mereka luapkan kesedihan
Kepada kita semua

Lama, sangat lama
Mereka memperlihatkan kesedihannya
Kita tak tau apa penyebabnya
Mungkinkah ini salah kita semua?
Apakah Tuhan memperlihatkan sedihnya
Melalui mereka?
Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Banjir, banjir, banjir
Dimana-mana tergenang air
Dulu saat air-Mu turun
Kita merasa senang
Tapi, entah mengapa sekarang
Takut itu datang

Sudahlah, hentikan tangisanmu
Kita rindu cerahmu
Kita rindu sinarmu
Maafkan kita jika tak menjaga alam-Mu

Pekalongan, 2019

GENERASI MENUNDUK

Menunduk, menunduk
Semua orang hanya menunduk
Menghiraukan kehidupan
Demi benda pipih yang mematikan

Sungguh ironis negeri ini
Dijajah benda tak bernyawa
Setiap detik, setiap menit
Tak lepas dari genggaman

Jauh dari keramaian
Susah membaur, anti sosial
Ciri mereka, generasi menunduk

Suara jari beradu layar
Menggema di mana-mana
Semua orang menunduk
Menghiraukan kenyataan
Mementingkan kemayaan

Angkat sombong kepalamu
Lihatlah seluruh dunia menunggu
Tunjukan pada mereka
Bahwa kita sudah merdeka

Generasi sekarang, Generasi menunduk
Kita di sana, jadi bagian darinya.

Pekalongan, 2019

DULU DAN SEKARANG

Dulu, kau datang tanpa permisi
Sekarang, kau pergi tanpa pamit.

Dulu, kau mengenalkan cinta
Sekarang, kau mengenalkan kecewa.

Dulu, saat kita bersama
Kau hanya ceritakan cerita indah
Sekarang, kau ceritakan resah.

Dulu, kau menatapku seakan aku pusat semestamu
Sekarang, kau acuhkanku seakan aku orang asing bagimu

Dulu, aku sangat berarti bagimu
Sekarang, kau lupa denganku.

Aku hanya ingin bercerita
Kisahku dulu denganmu dan sekarang tanpamu.

Pekalongan, 2019

Zilva Nur Awaliyah, Siswi SMK Muhammadiyah Bligo Pekalongan

Note: Redaksi tabloidcermin.com menerima kiriman naskah sastra cerpen atau puisi untuk ditayangkan di rubrik sastra tabloidcermin.com setiap Hari Minggu. Khusus kiriman puisi minimal tiga naskah puisi dengan syarat puisi belum pernah tayang di media cetak atau media online lain-lain. Sertakan foto santai dan data diri, karya sastra dapat dikirim melalui WhatsApp : 082188967969

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here