Teguh: Wartawan Dituntut Bisa Menulis di Semua Jenis Media

0
UKM Komunikasi (Ukom) Universitas Muhammadiyah Semarang mengadakan pelatihan Basic Communication Training (BCT), Minggu (24/3/2019). Foto: Himawan.

TabloidCermin.Com, Semarang – UKM Komunikasi (Ukom) Universitas Muhammadiyah Semarang mengadakan pelatihan Basic Communication Training (BCT), Minggu (24/3/2019). Pelatihan digelar guna meningkatkan hard skill maupun soft skill anggota baru UKOM sesuai bidangnya masing-masing.

Pelatihan yang mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Komunikasi Melalui Basic Communication Skills dalam Menghadapi Era Digital” tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yakni Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Tengah Dr. Teguh Hadi Prayitno, dari RRI Semarang Otok Indra Misliwantono, Arie Moenier dari PARFI Jateng, dan serta Alfa Yuda Ghifarri.

Teguh mengatakan, media yang dikelola UKM Komunikasi Unimus termasuk di dalam Kuadran II, yakni media pers mahasiswa sebagai wahana komunikasi yang melaksanakan kegiatan jurnalistik dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan, suara, maupun gambar. Meski medianya belum diverifikasi Dewan Pers, pers mahasiswa tetap menyajikan berita yang berimbang dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.

“Pada era konvergensi media seperti sekarang, penyajian produk jurnalistik di berbagai platform baik radio, televisi (video), cetak, maupun online, bisa dalam satu media. Karena itu, semua wartawan dituntut bisa menulis di semua jenis media massa,” jelas Teguh.

Selain itu, lanjutnya, pada zaman sekarang disiplin ilmu apa pun bisa menjadi jurnalis. Meskipun basicnya tidak berasal dari jurusan jurnalis/komunikasi. Seperti para politisi yang kebanyakan bukan berasal dari jurusan ilmu politik.

“Para mahasiswa yang aktif di UKM Komunikasi ini sangat tepat untuk mempelajari dunia jurnalistik,” ujar mantan Ketua Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Semarang tersebut.

Sementara itu, Ketua Ukom Faisal mengatakan, melalui basic communication skills, anggota baru Ukom dapat lebih paham tentang teori dan juga praktiknya di lapangan, terutama pada era digital dan bermedia seperti sekarang.[]

Reporter: Fawaid/Himawan
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here