[Wawancara Khusus] Pemuda Targetkan Lahir 1000 Wirausaha Baru. Mungkinkah?

0
Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Cak Nanto). Foto: Istimewa.

PEMUDA Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang secara khusus menjadi wadah kader muda Muhammadiyah. Eksistensi Pemuda Muhammadiyah yang berdiri sejak putusan Muktamar ke-21 di Makasar tahun 1932 diharapkan dapat melakukan kegiatan pembinaan terhadap pemuda Islam Muhammadiyah.
Namun, gerakan Pemuda Muhammadiyah tentu tidak bisa lepaskan dari kontek sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia. Maka, mempersiapkan kader Muhammadiyah yang selalu siap menghadapi tantangan zaman tentu saja merupakan keharusan dan menjadi tanggungjawab Pemuda Muhammadiyah.

Bagaimana arah gerakan Pemuda Muhammadiyah di era milenial yang menempatkan kaum muda dengan segudang persoalan? Bagaimana Pemuda mewujudkan itu? Tabloid Cermin melakukan wawancara khusus dengan Sunanto, selaku Ketum PP Muhammadiyah periode 2018-2022.

Bagaimana grand desain gerakan Pemuda Muhammadiyah di era anda?
Muktamar PP. Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta tanggal 26-28 November 2018 telah membahas Garis Besar Haluan Gerakan (GBHG) yang mencakup sejumlah program strategis PP. Pemuda Muhammadiyah. Grand desainnya tentu tidak mereduksi keputusan muktamar yang merupakan kumpulan dari gagasan kader terbaik Pemuda Muhammadiyah.
Kami hanya memberikan dua poin tambahan. Pertama, spirit kebersamaan. Kedua, orbitasi kader. Kita akan menjadi fasilitator bagi kader untuk diorbitkan. Kami tidak ingin kader-kader yang berhasil hanya karena kerja keras sendiri atau hasil perselingkungan dengan organisasi lain lalu kami mengklaim bahwa itu kader kami. Artinya, harus ada peran aktif dari Pemuda dan ini harus didesain, dimanage dalam pengkaderan.

Seperti apa program startegis dan grand desain yang dimaksud?
Pemuda Muhammadiyah memiliki visi menjadi Pemuda Muhammadiyah yang unggul, mandiri, independen, transformatif serta berperan secara nasional dan global. Sebagai pemunjang visi itu, telah ditetapkan pula empat misi. Pertama, mendorong dan mefasilitasi kader untuk mengembangkan potensi diri. Kedua, mengmbangkan potensi ekonomi dan keotonomian PP. Pemuda Muhammadiyah. Ketiga, mengasah kepekaaan sosial dan sense of crisis kader. Keempat, mendorong kader terus terlibat dalam peran keumatan dan kebangsaan.

Bagaimana Pemuda merealisasikan program itu di lapangan?
Ada banyak hal. Salah satunya, di tubuh organisasi kita menambahkan bidang riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Kenapa riset dan SDM? Karena kita kita harus punya maping potensi. Dari sabang sampai Merauke harus jelas peta potensinya apa, peminatanya apa, dan di sisi mana saja yang harus dikembangkan.

Kalau pemeritah sekarang bergerak di tiga sisi. Ada kimia, logam, furniture. Kita mau disisi mananya harus jelas. Itulah peta kongkrit yang ingin diterapkan PP. Pemuda Muhammadiyah.

Peta potensi ini akan menjadi semacam map sehingga siapapun stake holder yang membutuhkan kerjasama dengan Pemuda, atau sebaliknya, kita tidak hanya aji mumpung untuk mengambil keempatan.

Sampai saat ini, bagaimana realisasinya atau bagaimana Pemuda menargetkan program itu bisa berjalan dengan baik?
Tiga bulan ke depan kami masih fokus penataan internal. Seluruh konsepsi akan kita rapikan. Setelah itu mengkonsolidasi seluruh gagasan. Dan tentu memang menjadi semacam tantangan tersendiri karena kita juga dihadapkan dengan kontestasi 2019 dan pemuda akan mengambil bagian. Kita akan mengambil bagian pendidikan politiknya saya kira ini yang dinantikan masyarakat.

Untuk realisasi program, kita mempunyai dua target, jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka pendek, kita ingin internalisasi gerakan cepat tersosialisasi. Kita ingin akses dari pusat langsung sampai ke bawah sampai ke ranting. Ini harapan terbesar dan seluruh organisasi seperti itu. Kami sedang menata sistem informasi yang bisa jadi warisan untuk generasi yang akan datang. Kita tidak ingin lepas generasi. Karena sekarang pembangunan itu akan lebih cepat sejauh mana orang menerima informasi. Kita membangun server data yang bisa dimanfaatkan seluruh Pemuda Muhammadiyah, sebuah bangunan yang terintegrasi, kita sedang membangun big data.

Untuk internalisasi kita akan fokus memfaktualkan pengkaderan. Secepatnya kita akan melakukan pemetaan lebih rigit lagi tentang kebutuhan terkini. Karena pemuda Muhamadiyah akan dihadapkan pada metode yang lebih kreatif dan inovatif.

Untuk jangka panjang, kita sudah raker dan memutuskan beberapa hal. Diantaranya, menciptakan 1000 wirausaha baru yang akan kita bangun selama empat tahun. Ini tidak segampang untuk menyebutkan karena kita harus menjamin setidaknya empat aspek: aspek legalitas, SDM, peralatan, dan pemodalan. Itu baru menumbuhkan usahanya. Untuk mengembangkan, kita harus menyiapkan market bagi mereka.

Pemuda Muhammadiyah akan mebangun relasi strategis dengan berbagai stake holder dari hasil riset kita. Pemuda Muhammadiyah akan mefasilitasi pelatihan, penyediaan peralatan, dan bisa jadi penyediaan permodalan.

Adakah target khusus atau tahapan?
Karena periode kita empat tahun, kalau 1000 dibagi empat ya 250 per tahun. Mau nggak mau. Kalau relasi strategisnya sudah kita temukan maka akan mudah. Bagi orang mungkin terlalu muluk, tapi kalau kita tidak mencoba kita tidak akan pernah bisa.
Kita akan identfikasi dulu. Makanya, kita harus punya rule map daftar potensi sesuai peminatan. Sekarang masih dalam proses penataan rule map itu. Kita harus melakukan harmonisasi yang bisa dikembangkan, kriterinya bagaimana, nanti akan menyesuakan.

Apakah ini termasuk program baru yang ingin dihadirkan di kepemimpinan anda?
Di Muhammadiyah sifatnya berkelanjutan. Tidak ada istilah yang paling sukses. Itu dulu yang harus digaris bawahi. Dari kami hanya menambakan spirit kebersamaan dan orbitasi kader. Ini juga yang menjadi kunci kemenangan. Spirit ini yang sejak dulu hilang dan ini menjadi kegelisahan bersama.

Lalu, Bagamana arah gerakan Pemuda Muhammadiyah di ranah kebangsaan?
Pemuda menjadi penerus spirit tokoh kebangsaan. Hari ini sudah terbuka seluasnya-luasnya. Tidak sedikit kader Muhammadiyah yang aktif di berbagai tempat. Kita sangat berharap orbitasi kader ini tidak sekedar menjadi pemanis di bibir, tapi harus dipikirkan secara baik oleh organisasi.

Adakah pesan-pesan untuk kader Pemuda Muhammadiyah?
Kader Muhammadiyah harus memimpin peradaban karena sejak zaman Romawi hingga zaman now hanya peradan yang maju yang menjajah satu kaum. Sekarang dunia sedang mengarakan pandangan kepada dua negara, Cina dan Amerika. Pemuda Muhammadiyah, kalau tidak ingin terjajah maka harus membangun peradaban maju. Peradaban maju harus menjamin tiga syarat: pembangunan spiritualitas, pembangunan pendidikan, dan pembangunan literasi. Informasi harus betul-betul sampai ke kader bawah. Makanya, kita bangun big data yang bisa terintegrasi.

Kemudian, harus kita pahami bahwa setiap masa ada generasi, setiap generasi ada masanya. Yang menanti hadirnya masa harus selalu adil sejak dalam pikiran. Karena hanya orang yang adil dalam pikiran bisa diajak berdiskusi dan memikirkan masa depan yang lebih baik. Kalau sudah tidak bisa adil, ya, kita susah. (pin)

Note:
Laporan wawancara ini tayang di Tabloid Cermin versi cetak edisi Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here