Warga Muhamamdiyah Tak Boleh Menjual Agama Demi Kepentingan Politik

0
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi Dadang Khamad saat mengisi dialog Kebangsaan Musypimda Muhammadiyah Kabupaten Tegal di kompleks SMP Muhammadiyah Margasari, Sabtu (30/3/2019). Foto: Hendra.

TabloidCermin,Com, Kabupaten Tegal – Warga Muhammadiyah dilarang menjaul agama demi kepentingan duniawi, terutama kepentingan politik yang belakangan ini marak terjadi.

Hal ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi Dadang Khamad saat mengisi dialog Kebangsaan Musypimda Muhammadiyah Kabupaten Tegal di kompleks SMP Muhammadiyah Margasari, Sabtu (30/3/2019).

“Banyak-banyaklah beramal sebelum datang zaman fitnah. Masa yang begitu gelap. Jangan sampai dipagi hari kau beramal namun di malam hari berbuat dosa. Makanlah secukupnya berhentilah sebelum kenyang,” ucap Dadang mengutip hadis Nabi Muhammad.

Pernyataan rasul tersebut, kata Dadang, juga berlaku di dunia politik. Saat berpolitik, jangan sampai makan hingga kenyang. Dadang menyoroti fenomena, dimana karena kurang kenyangnya memenuhi keinginan di dunia politik lantas menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

“Warga Muhammadiyah hendaknya bersikap tenang. Siapapun pimpinannya, teruslah eksis jalani kegiatan bermuamalah kepada sesama,” terangnya.

Menurut Dadang, Muhammadiyah berpegang hasil tanwir di Denpasar 2002 lalu. Muhammadiyah tidak akan memihak kepada salah satu partai politik manapun. Secara organisasi, warga muhammadiyah diberikan kebebasan dalam memilih capres atau caleg dari partai mana pun. Orang Muhamadiyah tidak boleh membawa simbol Muhammadiyah saat melakukan kampanye. Karena Muhammadiyah dalam dunia politik berada dalam posisi netral.

“Saat memilih calon pemimpin, anda memiliki pertimbangan yang berbeda dengan yg lain. Namun saat memilih tidak boleh asal-asalan. Dalam memilih harus memikirkan kepentingan bangsa secara keseluruhan,” paparanya.

Dia menegaskan, sikap PP Muhammadiyah tidak akan mengarahkan warganya untuk memilih salah satu calon.

Dadang juga menyoroti soal isu radikalisme. Dikatakannya, salah satu bentuk penyebab radikalisme adalah intoleran, yaitu merasa benar sendiri dan pengkultusan individu yang tinggi terhadap pemimpin agama.

“Muhammadiyah memiliki tujuan mardlotillah. Muhammadiyah merupakan wadah untuk menyebar luaskan dakwah agama Islam ke seluruh penjuru dunia,” imbuhnya. []

Reporter : Hendra Apriyadi
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here