Belajar Meneliti, 58 Siswa SDM PK Kottabarat Catat Setiap Kendaraan yang Melintas di 4 Ruas Jalan Solo

0
Sebanyak 58 siswa SDM PK Kottabarat Solo mencatat dan mengumpulkan data terkait jenis kendaraan yang melintas di beberapa ruas jalan di Kota Solo, Kamis (4/4/2019). Foto: Arifin.

TabloidCermin.Com, Solo – Gerimis mengguyur Kota Solo sejak Rabu (3/4/2019) malam tidak menyurutkan siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah PK Kottabarat belajar di luar kelas. Sebanyak 58 siswa yang terbagi ke dalam delapan kelompok terlihat asyik mencatat dan mengumpulkan data terkait jenis kendaraan yang melintas di beberapa ruas jalan di Kota Solo, Kamis (4/3/2019) pagi.

Selama durasi 30 menit, setiap kelompok diberi tugas untuk mengamati dan menghitung secara langsung jumlah jenis kendaraan tertentu yang melintas di jalan raya. Lokasi yang dipilih antara lain ruas Jalan Dr. Muwardi di depan masjid Kottabarat, Jalan Slamet Riyadi depan RS DKT, Jalan Adisucipto di depan SMK N 4 Surakarta, dan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Markas Kodim.

Guru Matematika Kelas 5 Andi Arfianto menuturkan, kegiatan ini merupakan aplikasi dari Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran Matematika KD 4.7 dengan materi membaca dan menyajikan data. Setelah kembali ke sekolahan setiap kelompok akan menyajikan data pengamatannya ke dalam diagram batang menggunakan media kertas karton dan pensil warna.

Tahap selanjutnya, kata Andi, setiap kelompok diberi durasi waktu selama tiga hari untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya menggunakan media Vlog. Hasil Vlog tersebut harus diupload ke Instagram dengan tagar #sdmuhammadiyahpksolo. “Nantinya, kelompok yang mendapatkan “like” terbanyak akan mendapatkan hadiah dari sekolah,” katanya.

Andi menjelaskan, model pembelajaran ini merupakan tindak lanjut dari parenting program beberapa pekan sebelumnya yang mengangkat tema “Belajar Menjadi Peneliti”. “Melalui riset di beberapa ruas jalan, siswa akan mendapatkan pengalaman menjadi peneliti langsung di lapangan. “Kegiatan tersebut juga untuk melatih kemampuan berpikir analitis dan meningkatkan literasi digital bagi siswa,” ujar Andi.

Salah satu siswa Kelas 5 Naufal Aziz Nufa Putra merasa tertantang dengan model pembelajaran tersebut. Ia bersama kelompoknya bertugas mengamati dan mencatat jumlah bus yang melintas di ruas jalan dr. Muwardi. “Ternyata menjadi peneliti itu asyik, bisa bekerja sambil jalan-jalan,” katanya.

Wakasek Bidang Kesiswaan dan Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Muhamad Arifin menyatakan, sekolah memang sedang membangun budaya di sekolah yang muaranya pada penguasaan kompetensi era revolusi industri 4.0. “Kami mengembangkan model-model pembelajaran yang merangsang siswa berpikir kritis, mengajak mereka menyelami teknologi digital sekaligus melatih kerjasama kelompok sebagai prasyarat kompetensi siswa di abad 21,” ujar Arifin. []

Reporter; Fawaid/Arifin
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here