Sajak-Sajak Azka Ghilman

0

ANGIN KERINDUAN

Di kesepian malam
Angin bangkitkan ketenangan jiwa
Dengan setiap hembusannya
Seolah-olah berbisik
Sadarkan kau telah pergi.

Seiring angin berlalu
Aku merasakan rindu mendalam
Dinginnya malam membuatku berfikir
Apakah dapat kau kembali

Memandang langit yang biru
Bertabur bintang-bintang yang sangat mempesona
Ku doakan semoga engkau tenang di alam sana
Wahai Ibu…

Pekalongan 2019

SECANGKIR KOPI KEHIDUPAN

Seperti secangkir kopi
Ada pahit dan manis
Beraduk menjadi satu
Dan akan terasa
Tergantung cara menikmatinya

Begitu pula kehidupan
Pasti akan terasa pahit
Dan juga manis
Tapi itu semua akan terasa nikmat
Jika kita tahu cara menikmatinya

Kopi yang nikmat kita yang menentukan
Pahit, manis bisa disesuaikan
Kita yang lebih paham enaknya
Begitu pula kehidupan
Kita sendiri yang menentukan nikmatnya
Tambahkan sabar agar pahitnya tak menyakiti
Lebihkan syukur agar manisnya tak melenakan hati
Nikmatnya hidup ketika Allah merahmati.

Pekalongan 2019

TENTANG VESPA

Engkau memang terkenal motor antik
Meski begitu kau tetap menarik
Walau kau terkesan jadul
Tapi mesinmu tetap unggul

Saat mesinmu mulai dihidupkan
Suara mesinmu meraung-raung
Knalpotmu pun bernyanyi berirama
Meski sedikit berasap
Tapi kau kendaraan hebat

Di setiap perputaran rodamu
Barangkali sudah banyak melintasi cerita
Lalu di setiap tarikan gasnya
Seakan membisikkan perjalanan hidup
Tak sesingkat yang dikira.

Pekalongan, 2019

Azka Ghilman, Siswa Kelas X TKJ 4 SMK Muhannadiyah Blogo, Pekalongan

Note: Redaksi tabloidcermin.com menerima kiriman naskah sastra cerpen atau puisi untuk ditayangkan di rubrik sastra tabloidcermin.com setiap Hari Minggu. Khusus kiriman puisi minimal tiga naskah puisi dengan syarat puisi belum pernah tayang di media cetak atau media online lain-lain. Sertakan foto santai dan data diri, karya sastra dapat dikirim melalui WhatsApp : 08218896796

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here