Sajak-Sajak ZAHRA A: Sujudku Jalan Pulang

0
ZAHRA A. Foto: Dok. Pribadi.

MEMBAYANG

Kini aku hanya membayang membaca bahasa yang tak ingin ku ketahui
Tak sanggup lagi aku menyapa
Namun tetap ku kenang dirimu dalam duka

Kini kepergianmu adalah nyata
Pedulikah dirimu tentang perasaanku
Kepergianmu meninggalkan luka
Bawa serta keangkuhan dan ketidaksetiaan
Kenangan pun rapuh dan segalanya
Menjadi pahit
Dalam sisa usia ini

Kepergianmu meninggalkan luka yang mendalam
Padahal kenangan indah masih baik tersimpan
Namun saat kuingat hanya menimbulkan hujan air mata

Tak kurasa aku ingin bertemu engkau kembali
Haruskah aku menangis dan menangis
Namun luka terasa sakit saat berpura tersenyum
Entah dimana dirimu sekarang
Semoga aku bisa melupakan
Dan memulai hidup baru yang menenangkan.

Pekalongan, 2019

SUJUDKU JALAN PULANG

Cinta sejati tanpa alasan
Tanpa karena tanpa tapi
Cinta itu adalah cinta Tuhan
Pemberi kehidupan serta rezeki
Dalam dunia fana lagi menakutkan
Kepadamu, tuhan
Nafas berhembus pelan melantun doa malam
yang kubasuh dengan tangis dan pagi yang kucaci dengan gerutu
Langkah yang entah kemana hendak menuju terlupa namamu
Tak kuingat laranganmu

Aku hidup sebagai hamba
Tapi tak pernah mengadah doa
Kepadamu, Tuhan
Langkah terlatih mengetuk pintu
Sadarkan aku tentang alam yang riuh
Perlihatkan aku tentang cerita cerita hujan
Dan hujan yang terbakar karena mu

Kisah kan kepadaku tentang burung burung
Dan dedaunan yang gugur satu persatu kepadamu
Sujudku adalah jalan pulang.

Pekalongan, 2019

TAK PERNAH MENGERTI

Kuhanya tidak tahu
Bahwa daun yang jatuh pun terkesima
Karena keelokan mu senyum yang kau bahwa adalah
Nyawa bagi bunga bunga

Kau hanya tidak tahu
Bahwa langit melengkung pelangi adalah tanda bahagia bertemu kamu
Ceria yang kau kenakan setiap hari adalah penyejuk bagi embun di waktu pagi
Coba kau lihat kedalam dirimu
Yang akan ku jaga
Yang akan ku cinta
Tidak akan ada sedih dan luka
Hanya ada bahagia yang tercipta.

Pekalongan, 2019

Zahra A , Siswa X TKJ 4 SMK Muhammadiyah Bligo Pekalongan

Catatan: Redaksi tabloidcermin.com menerima kiriman naskah sastra cerpen atau puisi untuk ditayangkan di rubrik sastra tabloidcermin.com setiap Hari Minggu. Khusus kiriman puisi minimal tiga naskah dengan persyaratan puisi belum pernah tayang di media cetak atau media online lain-lain. Sertakan foto santai dan data diri, karya sastra dapat dikirim melalui WhatsApp: 08218896796

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here