Candra-Shinanta, Kisah Tragis Berujung Manis, Jadi Pasutri Pertama di DPRD Pekalongan

0
Candra-Shinanta, Caleg suara terbanyak DPRD Pekalongan dari PAN. Foto: Istimewa.

TabloidCermi.Com, Pekalongan – Kisah tragis yang pernah dialami Candra Saputra berujung manis. Harapan mengabdi kepada masyarakat melalui kursi dewan tahun 2019 akan segera terwujud setelah sebelumnya (tahun 2014) silam sempat gagal, bahkan ingin menjual ginjalnya karena dililit utang.

Meskipun penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum selesai, Chandra tak bisa dipungkiri sudah  bisa bernafas lega. Karena berdasarkan hasil penghitungan sementara, Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan dari Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh suara terbanyak.

Tak tanggung-tanggung, sang istri, Shinanta Previta Anggreani yang juga mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Pekalongan dipastikan berhasil mendapatkan kursi dewan bersama sang suami.

Candra Saputra mampu menorehkan sejarah dengan mendapat suara terbanyak mencapai 13.482 suara. Sementara Shinanta mendapat 9328 suara. “Angka-angka ini merupakan rekapitulasi dari para pemilih yang kami tunjukkan di setiap-setiap TPS dan desa, namun semuanya menunggu keputusan KPU,” kata Chandra.

Candra mencalonkan diri di Dapil III, Kecamatan Siwalan, Wonokerto, Wiradesa dan Tirto. Sementara, Shinanta Previta Anggreani di Dapil II yang memuat Kecamatan Kesesi, Sragi dan Bojong.

“Istri saya masuk kategori calon terpilih termuda DPRD Kabupaten Pekalongan karena usianya baru 27 tahun. Kami juga merupakan pasangan suami istri pertama kali yang akan menjadi anggota DPRD di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.

Candra dan istrinya mengaku, maju dalam kontestasi Pileg 2019 untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Melalui pengabdian tersebut dia berharap bisa ikut ibadah dan mensodaqohkan pikirannya dalam memajukan daerah.

Kunci sukses mendulang suara terbanyak dipaparkan Chandra karena banyaknya dukungan dan doa dari masyarakat yang percaya. “Kepercayaan masyarakat saya jaga betul, sehingga niatan ibadah terpenuhi,” katanya.

Sementara Shinanta Previta Anggreani mengaku, dirinya mengikuti jejak suami ikut dalam kontestasi Pileg 2019 karena serba kebetulan. Awalnya dia hanya menjadi syarat pelengkap penutup kuota keterwakilan perempuan dalam partai. Namun, berkat dorongan suami dan terus blusukan ke masyarakat, Shinanta pun mendulang banyak suara.

“Awalnya minder karena mendapat nomer 9 dalam urutan caleg PAN, apalagi di Kabupaten Pekalongan, merupakan basis hijau dan merah, namun karena kerja keras dan ikhlas semua bisa dihadapi tanpa ada gesekan,” katanya.

Kisah Kelam Lima Tahun Silam

Pileg 2014 silam, Candra sempat menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Saat itu, Candra yang mencalonkan diri melalui Partai Demokrat gagal menjadi caleg Dapil 4 Kabupaten Pekalongan.

Candra harus dililit utang hingga Rp 400 juta lebih untuk modal kampanye. Candra harus pergi ke Jakarta dan tidur bersama dengan tunawisma di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menjualkan ginjalnya kepada seseorang.

Nahas, selama 10 hari di Jakarta Candra tak kunjung menemukan orang yang ingin membeli ginjalnya. Hingga akhirnya Candra memutuskan untuk menemui Mentri BUMN yang saat itu Dahlan Iskan. “Pak Dahlan Iskan yang membantu saya, dengan memberikan bantuan sebesar Rp 400 juta lebih, untuk melunasi hutang-hutang saya,” kenang Candra. []

Reporter: Miftah / Data Kompas.com
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here