Musywil XVII PM Jateng Digelar di Tempat Bersejarah “Benteng Van Der Wijk” Kebumen, Ini Alasannya

0
Ketua PWPM Jawa Tengah Zainuddin memberi sambutan pembukaan Musywil XVII di Gedung Diponegoro, Kawasan Wisata Benteng Van Der Wijk, Gombong, Kebumen, Rabu (1/5/2019). Foto : Ilyas

TabloidCermin.Com, Kebumen – Musyawarah Wilayah (Musywil) XVII Pemuda Muhamamdiyah (PM) Jawa Tengah 2019 berlangsung di Kawasan Wisata Benteng Van Der Wijk, Gombong, Kebumen. Bukan tanpa alasan, Musywil yang merupakan agenda tertinggi PWPM Jawa Tengah tersebut di gelar di tempat bersejarah.

“Agenda ini dilaksakan di Benteng Van Der Wijk yang mempunyai sejarah luar biasa dalam rangka mengingat perjuangan para pendahulu dan pahlawan yang saat itu bekerja luar biasa untuk meraih kemerdekaan. Dilaksanakan di sini untuk menyemagati, meningkatkan ghiroh dalam ranah kebangsaan, terkhusus dalam menjaga kemerdekaan,” kata Ketua PWPM Jawa Tengah Zainuddin saat memberi sambutan pembukaan Musywil XVII di Gedung Diponegoro, Kawasan Wisata Benteng Van Der Wijk, Gombong, Kebumen, Rabu (1/5/2019).

Zainuddin mengajak kepada kader PWPM agar menjaga dan mengantarkan Musywil XVII untuk memilih ketua yang akan membawa PWPM lebih baik selama empat tahun ke depan. Menurutnya, Jateng yang memiliki 35 kabupaten atau kota termasuk luar biasa dan menjadi barometer gerakan Pemuda Muhammadiyah secara nasional.

Zainuddin menjaskan alasan tema Musywil XVII “Memantapkan Spirit Kader Menuju Jateng Berkemajuan” untuk menyiapkan dan mengantarkan kader menerima estafet kepemimpinan, baik wilayah, daerah, cabang, bahkan ranting.

“Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus senantiasa melanjutkan visi dan tujuan Muhammadiyah. Seluruh agenda Pemuda Muhmmadiyah selama 4 tahun, ialah dalam rangka membantu, meraih tujuan Muhmmadiyah secara garis besar,” jelas Zinuddin.

Sementara itu, Ketum Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, PP Pemuda Muhammaadiyah tidak akan tebang pilih dalam proses pengangkatan kader karena Pemuda Muhammadiyah baik di tingkat pusat maupun wilayah harus bersinergi dan bersatu. “Mari kita bersinergi. Kalau kita bersatu maka tidak akan terjadi perpecahan,” katanya.

Lelaki yang akrab disapa Cak Nanto ini mengingatkan, adanya perbedaan dalam Muhammadiyah merupakan hal yang biasa. Yang paling penting menurutnya adalah cara menyikapinya.

Bago Cak Nanto, Jawa Tengah adalah rumah. Dia menginginkan bagaimana Muhammadiyah terus memiliki kemanfaatan. “Jadi kita semaunya ingin bermanfaat untuk orang lain. Kita akan berbuat bagi orang lain tidak hanya di Muhammadiyah,” katanya.

Cak Nanto juga mengajak kader Pemuda Muhammadiyah untuk tetap membangun dan menjaga persaudaraan serta tetap semangat dalam mengikuti Musywil hingga terpilih kader terbaik di Jawa Tengah.

“Semuanya kader Pemuda Muhammadiyah. Tidak ada kadernya cak nanto atau kadernya Pak Tafsir. Jangan dikotak-kotakan per individu karena hanya akan menghambat gerakan Muhammadiyah,” jelas Cak Nanto. []

Reperter : Miftah
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here