Pertama Kali, Pemilihan 13 Formatur Musywil XVII PM Jateng Adopsi Muktamar Muhammadiyah

0

TabloidCermin.Com, Kebumen – Sistem pemilihan 13 formatur pada Musyawarah Wilayah (Musywil) XVII Pemuda Muhammadiyah (PM) 2019 menggunakan sistem baru. Sistem pemilihan mengadopsi sistem pemilihan yang belaku di Muktamar Muhammadiyah.

Hal ini disampaikan Ketua Panlih Agus Pranoto dalam sidang Pleno Panlih di Gedung Diponegoro, Kamis (2/5/2019) malam.

Sebagaimana di ketahui, sistem pemilihan formatur berlangsung dua tahap. Tahap pertama, memilih 39 besar calon formatur dari 60 bakal calon yang diseleksi sebelum Musywil. Peserta pemilih sebanyak 178 peserta perwakilan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se Jawa Tengah.

Tahap kedua, memilih 13 formatur dari 39 besar calon yang ditetapkan pada pemilihan tahap pertama.

Sistem tersebut menbulkan pertanyaan dari salah satu peserta Musywil yang diajukan dalam Sidang Pleno Panlih. Pasalnya, sistem tersebut tidak memiliki dasar di AD/ART Pemuda Muhammadiyah.

“Dari 60 calon menjadi 39 calon di tanfidz memang tidak ada. Baru kali ini menggunakan cara ini. Kami mengadopsi dari Muhammadiyah,” kata Agus menjawab pertanyaan peserta Musywil.

Agus mengatakan, sistem pemilihan yang mengadopsi dari Muktamar Muhammadiyah tersebut diputuskan berdasarkan Rapat Pimpinan (Rapim) di Semarang.

“Dari adopsi lalu ditawarkan lewat rapim dan akhirnya di putuskan. Kalau dasar dari tanfidz memang tidak ada,” katanya.

Untuk diketahui, pada periode sebelumnya, Musywil PWPM hanya memilih Ketua Umum. Pemilihan 13 formatur merupakan mandat dari Muktamar Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta 2018 lalu.

Dalam Sidang Pleno Panlih juga dinyatakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dapat menggunakan hak suaranya sebanyak 885 orang dari PDPM dan PCPM se Jawa Tengah belum termasuk Pimpinan Harian PWPM.

“Jumlah pimpinan harian sebanyak 22 orang berdasarkan yang hadir,” kata Agus.

Pantauan tabloidcermin.com pukul 21.30, usai Sidang Pleno Panlih, pemilihan 13 formatur sedang berlangsung. Dimulai dari peserta dari Karesidenan Banyumas, Semarang, Pekalongan, Kedu, Surakarta, dan terakhir dari Karesidenan Pati. []

Reporter : Miftah
Editor : M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here