Pesan Sentral Puasa Supaya Manusia Bisa Jujur

0
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Rosihan. Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Semarang – Puasa tidak hanya sebatas menahan makan dan minum. Puasa memiliki tujuan esensial yang harus dicapai oleh umat Islam.

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Rosihan, puasa mempunyai makna menahan (al imsak) yang jika diartikan secara syar’i adalah menahan dari makan, minum, hubungan seks, serta hal lain yang membuat puasa batal secara aturan fiqih.

Namun, kata Rosihan, jika puasa dimaknai melalui pedekatan irfani, menahan yang dimaksud adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa merusak suasana batin seseorang. Menurut Rosihan, seluruh elemen yang ada pada manusia harus dipuasakan.

“Jadi pesan dari puasa yang ada dalam surat Al Baqarah ayat 183, itukan supaya manusia terpelihara. Atau menjadi orang yang lebih hati-hati. Jadi untuk menjadi orang yang terpelihara itukan harus menahana diri. Apakah itu, ucapan, sikap, perilaku yang ada dalam diri manusia harus ditahan,” kata Rosihan kepada tabloidcermin.com belum lama ini.

Rosihan mengajak masyarakat untuk mengingat kembali khotbah Nabi Muhammad SAW di akhir Bulan Sya’ban yaitu: “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.”

Apa yang tidak disebutkan dalam hadis di atas, kata Rosihan, sebenarnya lebih utama. Yakni, jika menggunakan mafhum muwafaqah, maka seseorang melakukan kebaikan pahalanya dilipat gandakan 70 kali.  Maka, jika seseorang melakukan keburukan, dosanya juga dilipat gandakan 70 kali lipat. “Ini sesuai dengan kaidah tafsir yang berbunyi, perintah terhadap sesuatu adalah larangan bagi sebaliknya,” imbuhnya.

Menurutnya Rosihan, sejatinya pesan sentral puasa itu hanya satu yaitu supaya seseorang itu bisa jujur. Ini juga dipertegas oleh hadis nabi, alikum bisshiqy, (berpegang teguhlah dalam berkata jujur, red).

“Kalau tidak jujur hancur semua itu. Apalagi politisi, dia itu wakil rakyat,” tandasnya. []

Reporter: Fawaid
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here