Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Ajukan Kerjasama Selidiki Sebab Kematian Ratusan Petugas KPPS ke Bawaslu RI

0
Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah meluncurkan surat kerja Kerjasama Pembentukan Tim Mitigasi Kesehatan kepada Bada Pengawas Pemilu RI. Foto: tabloidcermin.com.

TabloidCermin.Com, Jakarta – Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah meluncurkan surat kerjasama pembentukan Tim Mitigasi Kesehatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Surat dengan Nomor : 12/LlJ/J/2019 tertanggal 09 Mei 2019 M tersebut dalam rangka menyikapi ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia dalam Pemilu 2019.

Baca juga: UMP Sediakan 8 Program Beasiswa, Ada Beasiswa Khusus Kader dan Hafidz Quran

Sebagaimana diketahui, berdasarkan infomasi di media terdapat 554 KPPS, Panwas dan Polisi yang meninggal dunia. Korban terbanyak dialami oleh KPPS yaitu 440 orang tewas dan 3.788 orang KPPS mengalami sakit. Dugaan sementara penyebab kematian dan sakit anggota KPPS karena faktor kelelahan dalam melaksanakan tugas di TPS.

Sebagai bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap persoalan bangsa dan mengingat banyaknya jumlah korban yang tewas, Muhammadiyah melalui Majelis Hukum dan HAM merasa prihatin dan tergerak untuk melakukan mitigasi kesehatan.

“Mitigasi Kesehatan Petugas KPPS Pemilu 2019 bertujuan untuk mengetahui penyebab kematian dan sakit yang dialami oleh petugas dengan menggunakan metode ilmiah, berbasis data serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.” Demikian isi dalam surat tersebut.

Baca juga: Pesan Sentral Puasa Supaya Manusia Bisa Jujur

Dalam hal ini Majelis Hukum dan HAM PP Muammadiyah akan melibatkan 103 Rumah Sakit PKU Mubammadiyah dan 13 Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Hal ini juga sebagai bahan evaluasi dan mencegah terjadinya kejadian serupa pada pemilu selanjutnya.

Surat tawaran kerjasama ditandatangani Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Dr. Trisno Raharjo, Sekretaris Rahmat Muhajir Nugroho dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang HAM dan Kebijakan Publik Busyro Muqoddas. []

Reporter: Miftah
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here