Potret Muhammadiyah di Pelosok Longkeyang: Pelopor Wakaf Produktif, dari Iuran Receh hingga Lahan Cengkeh

0
Pemimpin Redaksi tabloidcermin.com Badrun Nuri mengunjungi salah satu aset berupa perkebunan milik PRM Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, Senin (27/5/2019). Foto: Badrun Nuri.

TabloidCermin.Com, Pemalang – Banyak cara cara kreatif yang dilakukan oleh kader Muhammadiyah dalam mengelola persyarikatan. Satu di antaranya sebagaimana dilakukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang. Sebuah desa terpencil di pojok Kabupaten Pemalang.

Siapa yang bakal menyangka ada Muhammadiyah di kawasan pelosok itu? Sebab katanya Muhammadiyah itu berada di perkotaan. Mungkin Muhammadiyah Longkeyang adalah pengecualian.

Baca juga: Tangkal Radikalisme, IMM Jateng Tanamkan Moderasi Muhammadiyah Lewat Pelatihan Da’i Muda

Untuk sampai pada Desa ini diperlukan waktu sekitar 2 jam dari pusat Kabupaten Pemalang. Desa ini berdekatan dengan salah Desa di Kecamatan Bodeh yang terletak di paling ujung selatan, berbatasan dengan Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Medan jalan yang berliku dan naik turun melintang di tengah hutan karet adalah jalan utama menuju Desa Longkeyang. Dari medan jalan itu sesekali bisa menikmati indahnya Sungai Kaliwadas yang memanjang di tepian jurang.

Muhammadiyah di Desa Longkoyang berdiri sejak tahun 1980. Dibawa oleh tokoh agama dan warga setempat sepulang dari pondok pesantren. Selain Muhammadiyah, ormas lain di Desa Longkeyang adalah Nahdlatul Ulama dan Rifaiyah.

Pemimpin Redaksi tabloidcermin.com Badrun Nuri bersama beberapa warga Muhammadiyah dari PRM Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, Senin (27/5/2019). Foto: Badrun Nuri.

Meski warga Muhammadiyah hanya 3 persen dari keseluruhan penduduk Desa Longkeyang tetapi aset tanah yang dimilikinya telah mencapai 3 hektare. Presentase tertinggi dalam kepemilikan tanah di Desa Longkeyang. Karenanya, Muhammadiyah Longkeyang diberikan penghargaan sebagai Pengembangan Ranting Alternatif oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2018.

PRM Longkeyang membentuk lembaga khusus untuk pengembangan ranting. Lembaga tersebut bernama Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM). Sebuah lembaga ad hock yang memiliki jangka kerja 20 tahun. Dimulai sejak tahun 2006.

Baca juga: Refleksikan Demokrasi, IMM Surakarta Aksi Diam Diri di Simpang Tiga UMS

BP2RM ini bergerak menjalankan visi Muhammadiyah Longkeyang 20 tahun ke depan. Hanya ada dua hal yang dituju di masa depan, yakni perkaderan dan aset kekayaan.

Ketua BP2RM PRM Longkeyang Fahruri menjelaskan, masalah yang dihadapi oleh Muhammadiyah saat ini adalah krisis kader. Prestasi Muhammadiyah dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak dapat diragukan lagi. Hanya saja, lajut Fahruri, semangat mengelola AUM itu kadang tidak dibarengi dengan menyiapkan kader. Padahal, kata Fahruri, Muhammadiyah sebagai organisasi besar wajib hukumnya memiliki generasi penerus.

“Ada salah satu daerah yang memiliki rumah bersalin yang bagus tapi tidak memiliki masjid. Hal tersebut berhasil mengelola AUM tapi gagal merawat jamaah,” ujar Fahruri kepada tabloidcermin.com, Senin,(27/5/2019).

Kader Muhammadiyah Desa Longkeyang berada di perkebunan milik PRM Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, Senin (27/5/2019). Foto: Badrun Nuri.

Karenanya PRM Longkeyang selalu mendorong kader mudanya untuk melanjutkan studi ke pondok pesantren. Sementara ini yang dilakukan oleh PRM Longkeyang adalah berjejaring dengan pondok pesantren, kampus Muhammadiyah, Panti Asuhan, dan Sekolah Muhammadiyah untuk menyalurkan kader mudanya agar dapat melanjutkan pendidikan.

“Maklum, untuk sekolah saja di Desa ini mengalami kesulitan dalam pembiayaan. Tapi tetap kami dorong dengan jajaring yang kami punya dan kami berikan uang saku 1 juta,” ungkap Fahruri.

Baca juga: Mewujudkan Gerakan Budaya Literasi Kader IMM

Fahruri menjelaskan, saat ini sudah ada 10 kader Muhammadiyah yang menempuh pendidikan di bangku kuliah dan 20 kader di bangku SMA. PRM Longkeyang menargetkan satu rumah satu sarjana.

“Ada sekitar 30 rumah warga Muhammadiyah di Desa Longkeyang”. Katanya.

Berkaitan dengan aset, PRM Longkeyang melalui BP2RM bergerak melalui wakaf produktif. Wakaf produktif adalah wakaf yang berorientasi pada pengembangan aset. Di Longkeyang, wakaf produktif dimulai dengan iuaran receh sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu rupiah per bulan yang ditarik dari anggota dan simpatisan baik di dalam dan di luar Longkeyang.

Namun, ada juga orang yang mewakafkan tanah. Selain itu juga ada yang mewakafkan pohon. Seperti pohon cengkeh, albasia (kayu sengon), dan mrica. Semua aset itu terus dikembangkan yang keuntungannya untuk membeli tanah.

“Bidang pertanian ini adalah cara realistis yang kami pilih karena menyesuaikan dengan kondisi masyarakat dan agraris di Desa Longkeyang,” tutur Fahruri.

Fahruri menceritakan, semula tanah yang dimiliki oleh PRM Longkeyang hanya seluas 1000 M Persegi. Melalui wakaf produktif yang secara telaten, kini tanah PRM Longkeyang sudah mencapai 3 hektare dengan rincian, 1 hektare ditanami pohon albasia, 1/2 hektar ditanami mrica, dan tanaman cengkeh di atas 1.500 m. Jika dirupiahkan, kekayaan PRM Longkeyang saat ini mencapai 1 Milyar.

Pemimpin Redaksi tabloidcermin.com Badrun Nuri bersama Kader Muhammadiyah Desa Longkeyang berada di salah perkebunan aset PRM Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, Senin (27/5/2019). Foto: Badrun Nuri.

PRM Longkeyang sengaja belum membangun gedung AUM berupa sekolah atau lembaga kesehatan dan lainnya. Menurut Fahruri, PRM Longkeyang saat ini masih fokus pada pengembangan aset. Setelah aset melimpah, sesuai perencanaan PRM Longkeyang, baru akan membangun gedung-gedung AUM. Pembiayaan, termasuk operasionalnya, menggunakan biaya mandiri dan tidak bergantung pada bantuan dan iuran.

“Jadi meski sekolah kami nanti siswanya sedikit gurunya tetap akan kami gaji tinggi,” imbuhnya.

Kekayaan aset PRM Longkeyang kelak juga akan diperuntukkan untuk perkaderan. Saat ini PRM Longkeyang membiyai kader muda untuk mempedalam ilmu agama ke Timur Tengah. Selain itu, akan membiayai kader untuk studi kodekteran dan disiplin keilmuan lain sesuai minat. Mereka yang dibiayai PRM Longkeyang akan dikontrak setelah lulus kembali dan membangun PRM Longkeyang.

“Kami akan MoU dengan orang tuanya juga,” tambahnya.

Jumlah warga Muhammadiyah di Desa Longkeyang sekitar 200 orang dari jumlah total penduduk 3766 jiwa. Mereka hidup di atas bumi Desa Longkeyang yang memiliki luas wilayah 479 hektare. []

Reporter: Badrun Nuri
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here