Non Muslim Diperbolehkan Hadiri Halal Bihalal Umat Islam Pasca Lebaran

0
Silaturrahim dan Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Selasa (11/6/2019). Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Pekalongan – Halal bihalal menjadi salah satu tradisi umat Islam yang biasa dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Meski demikian, Halal Bihalal hanya produk budaya dan bukan termasuk perkara yang wajib dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean Kendal Drs. KH. Iskhaq pada acara Silaturrahim dan Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Selasa (11/6/2019).

Baca juga: Kata Ketua PCM Doro, AMM Harus Sering ‘Dijewer’

Karena Halal Bihalal bukan ritual agama, menurut KH. Iskhaq, siapapun bahkan termasuk non muslim boleh-boleh saja jika ikut merayakannya. Berbeda dengan orang Islam yang mengikuti perayaan natal.

“Natal adalah ritual agama. Halal bihalal tidak sama dengan natal,” ungkap salah satu pimpinan PDM Kendal ini.

Baca juga: Komitmen Mengembangkan Wakaf Produktif, Pelajar Muhammadiyah Longkeyang Se Jateng Adakan Pertemuan

KH. Iskhaq juga menjelaskan bahwa Halal Bihalal atau yang dikenal juga dengan open house hanya ada di Indonesia, khususnya muslim Jawa.

“Petinggi di negara Islam lain seperti Malaysia, arab, dan lainnya tidak melasanakan open house atau Halal Bihalal pasca lebaran. Kalau ada kiai yang ngisi pengajian Halal Bihalal di luar negeri itu yang ngadain pasti TKI,” ucapnya bercanda. []

Reporter: Fawaid
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here