Dua Alumni SMUHI Pekalongan Duet di Panggung Nasional

0
Dua alumni SMK SMUHI Pekalongan, Aditya Warman (angkatan 1988) dan Arief Dwi Prasetyo (angkatan 2007) tampil duet dalam Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Kamis (4/7/2019) lalu. Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Pekalongan – Kepala SMA Muhammadiyah Pekajangan di Pekalongan (SMUHI) Drs. Fauzi menyampaikan apresiasi dan kebanggan yang sebesar-besarnya. Pasalnya, sekolah yang dipimpinnya telah mengantarkan banyak alumni menjadi orang sukses.

Apresiasi dan kebanggan Fauzi disampaikan menyusul tampilnya dua alumni SMA SMUHI di forum Nasional Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Kamis (4/7/2019) lalu. Keduanya adalah Aditya Warman angkatan tahun 1988 dan Arief Dwi Prasetyo angkatan tahun 2007.

Baca juga: PP Muhammadiyah Akan Diundang USA Bahas Kerja Sama Pendidikan

Dalam rapat koordinasi nasional, Aditya memberikan materi kepada peserta Rakornas IMM. Sedangkan Arief memandu jalannya diskusi.

Aditya saat ini menjabat sebagai Direktur Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Karena posisinya yang penting di negara ini Aditya selalu menghabiskan waktunya untuk keliling Indonesia bahkan dunia. Hingga saat ini sudah ratusan kota di dunia yang ia kunjungi.

Sementara Arief saat ini menduduki jabatan penting di ortom. Yakni di Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM). Arief menjabat sebagai Sekertaris Bidang Organisasi atau Wasekjend. Bukan hal mudah untuk dipercaya menjadi pimpinan di DPP IMM. Arief menjadi salah satu kader terpilih dari jutaan kader IMM se-Indonesia.

Karena jabatan itu Arief telah berkeliling di puluhan kota di Indonesia. Selain di IMM Arief juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif The Hoegeng Institut. Sebuah lembaga yang bergerak pada kajian, riset, dan kemanusiaan.

Baca juga: Enam Dosen UM Purwokerto Ikuti Konferensi Internasional di Turki

“SMA Muhammadiyah I Pekajangan yang sudah banyak mengantarkan lulusannya menjadi orang sukses seperti Aditya dan Dwi Pras,” tutur Fauzi melalui pesan WhatsApp kepada Tabloidcermin.com.

Meski begitu, Fauzi menilai, presentase keberhasilan itu 99.99 % dari kapasitas dirinya dalam mencapai cita-cita. “Sekolah hanya sarana untuk mencapai tujuan yang konstribusinya hanya 0.10 %,” ujar Fauzi. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here