Sikap DPP Terhadap Perobekan Bendera IMM di UM Sorong

0
Bendera IMM dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab (kiri) dan pernyataan sikap DPP IMM terkait insiden tersebut (kanan). Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Sorong – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) angkat bicara terkait kisruh di Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) yang mengakibatkan perusakan bendera IMM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: PP Muhammadiyah Akan Diundang USA Bahas Kerja Sama Pendidikan

Melalui rilis resminya, DPP IMM mengeluarkan tujuh pernyataan sikap terkait insiden tersebut. Pertama, meminta kepada kawan-kawan cipayung pusat untuk berkordinasi dengan pengurus Cabang yang ada di Sorong untuk segera menghentikan aksi di Universitas Muhammadiyah Sorong.

Kedua, meminta kepada kawan-kawan cipayung pusat untuk mendorong kadernya meminta maaf kepada IMM karena telah melakukan pengrusakan atribut IMM.

Ketiga, meminta kepada Pimpinan BPH dan rektor Universitas Muhammadiyah Sorong mengambil langkah rekonsiliasi atas kisruh yang terjadi di kampus serta menyampaikan tentang pedoman Perguruan Tinggi Muhammadiyah terkait aturan Organisasi Kemahasiswaan kepada seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sorong.

Keempat, meminta Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melakukan koordinasi dengan PTM se-Indonesia yang berkaitan dengan pengelolaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah khususnya yang berbicara tentang IMM sebagai wujud Muhammadiyah di amal usaha dalam rangka melakukan perkaderan dan syiar Islam yang wajib disuport oleh PTM.

Kelima, meminta kepada DPD IMM Papua Barat dan PC IMM Sorong untuk tetap menjaga dinamika ini tetap kondusif dan mengedepankan dialog dengan pihak-pihak terkait.

Keenam, meminta kepada DPD IMM se-Indonesia untuk tetap menjalin komunikasi dan menjaga solidaritas dengan Organisasi Kemahasiswaan manapun dan tidak melakukan aktivitas yang memancing perpecahan antar Organisasi Kemahasiswaan lainnya.

Ketujuh, meminta kepada Pimpinan Komisariat IMM yang ada di PTM untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan pimpinan kampus dan Organisasi Kemahasiswaan Ekstra maupun intra kampus.

Baca juga: Muhammadiyah Cabang Mesir Bantu WNI yang Terbelit Ijin Tinggal

Kisruh organisasi mahasiswa di UM Sorong bermula dari aksi damai PC IMM Sorong bersama Kader IMM di UM Sorong, Senin (7/8/2019). PC IMM dan Kader IMM menolak pelaksanaan Latihan Kader satu (LK-1) oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong di lingkungan UM Sorong.

Penolakan PC IMM Sorong mengacu pada AD-ART dalam Statuta Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) BAB X pasal 28 Tentang Mahasiswa, Organisasi kemahasiswaan dan Alumni. Pada ayat ke 2 disebutkan bahwa “Organisasi Kemahasiswaan PTM terdiri atas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dewan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Artinya, organisasi kemahasiswaan selain yang disebutkan di atas dilarang berkegiatan di lingkungan kampus.

Namun, aksi tersebut direspon negatif oleh sekelompok orang yang tidak terima dengan penolakan IMM, Rabu (10/7/2019). Mereka juga menggelar aksi di depan rektorat yang berujung pada pengerusakan atribut IMM. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here