MTs Al-Mu’min Tembarak Awali Tahun Ajaran Baru dengan Prestasi Regional dan Nasional

0
Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo (kemeja putih) menemani perwakilan siswa MTs Al-Mu’min Muhammadiyah dan SMK N 1 Temanggung yang menjadi perwakilan Temanggung dalam PIRN XVIII 2019 di Banyuwangi. Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Temanggung – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung mengawali tahun ajaran baru dengan prestasi yang membanggakan tingkat regional dan nasional. Salah satu siswa MTs Al-Mu’min, Sinta Sufia Purnama, mendapatkan peringkat terbaik 1 pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVIII 2019 yang berlangsung pada 23-30 Juni 2019 lalu.

Baca juga: AIS Muhammadiyah Terjunkan 27 Mahasiswa ke 10 Kelurahan di Semarang

PIRN yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari siswa dan guru.

Sinta bersama rekan-rekannya menjadi kelompok terbaik setelah membuat KTI berjudul ‘Analisis Sifat Fisis-Mekanis Papan Partikel dari Sabut dan Serbuk Kelapa (Cocos Nucifera L.)’. Papan partikel merupakan salah satu primadona dalam produk berbasis kayu dalam berbagai aplikasi furniture atau bahan bangunan.

Mereka menggunakan sabut dan serbuk kelapa sebagai bahan papan partikel sebab jumlah produksi kelapa di Indonesia yang masih tergolong melimpah. Pada tahun 2017 produksi kelapa dari perkebunan rakyat mencapai 2.839.426 ton. Produksi yang melimpah ini belum sebanding dengan pemanfaatannya yang rata-rata masih terbatas pada pemenuhan industri rumah tangga dalam skala kecil.

Prestasi yang diraih oleh Sinta Sufia Purnama di kancah nasional disusul Zakiya Rosyida Azzahro dalam kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Regional (PIRR) Jawa Tengah di Temanggung 8-12 Juli 2019. Ada 200 peserta yang ikut dalam ajang tersebut.

Zakiya berhasil menjadi kelompok terbaik dengan karya berjudul KTI ‘Marketing Mix: Modernisasi Sistem Pemasaran Kopi di Kecamatan Kedu dalm Meningkatkan Laba’.

Penelitian Zakiya dilatarbelakangi kekayaan hasil bumi provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Temanggung dengan ketinggian 400-1.500 mdpl cocok dijadikan sebagai daerah usaha perkebunan dan pertanian, usaha di bidang perkebunan yang banyak dikembangkan adalah perkebunan kopi, tembakau, dan jagung.

Baca juga: Komentari Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT, Ketum IMM Jateng: Tanda Optimisme Indonesia

Dengan studi Rumah Kopi Temanggung yang terletak di Jalan Irawanan 3, RT.1/RW.4 Ngemplak Kedu Temanggung adalah sala satu usaha pasca panen dari perkebunan kopi di Temanggung yang menerapkan sistem modern berupa marketing mix. Marketing mix adalah suatu sistem pemasaran yang melibatkan beberapa hal penting, diantaranya produk, harga, promosi, lokasi, partisipasi, proses serta bukti fisik.

“Alhamdulillah, dengan usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh, akhirnya kita mendapatkan hasil yang memuaskan, mereka yang didelegasikan baik di PIRN ataupun PIRR telah dibina oleh madrasah secara bertahap,” ungkap Ustadz Samsul selaku Kepala MTs Al-Mu’min.

Reporter: Riza Fitroh
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here