Makna Logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo

0
Logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 Juli 2020 di Solo. Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Solo – Muktamar Muhammadiyah ke-48 akan digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 1-5 Juli 2020 mendatang.

Untuk menyongsong Muktamar, panitia menggelar soft launching logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada Rabu 31 Juli 2019. Logo berbentuk gunungan yang dalam konsep Jawa berarti simbol pohon kehidupan yang melambangkan seisi alam semesta. Dalam pagelaran wayang, gunungan digunakan sebagai pembuka dan penutup serta penanda setiap pergantian adegan.

Baca juga: Logo Muktamar Dilaunching, Solo Resmi Menjadi Tuan Rumah Muktamar Muhammadiyah ke-48

Berikut ini adalah makna detail logo tersebut.

1. Gunungan

Gunungan/kayon dalam konsep Jawa adalah symbol tentang pohon kehidupan yang melambangkan seisi alam semesta.

Dalam pagelaran wayang, gunungan digunakan sebagai pembuka dan penutup pagelaran, sebagai penanda setiap pergantian adegan/babak (jejeran).

Bentuk gunungan angka 48 dalam tulisan Arab, menjadi simbol dari muktamar ke-48 yang menjelaskan estafeta dari periode ke periode menuju babak baru, yang menunjukkan langkah pergerakan dinamis dalam mencapai tujuan Muhammadiyah sebagaimana dicita-citakan KH Ahmad Dahlan.

2. Kaligrafi

Gubahan gunungan dibentuk dari angka 48 dalam kaligrafi Arab. Kaligrafi dan Arsitektur melambangkan peradaban dan seni Islam yang bernilai tinggi.

3. Panah ke atas

Angka 8 berbentuk seperti anak panah menghadap ke atas, melambangkan perkembangan dan tujuan organisasi dalam membangun/ membangkitkan Peradaban Islam yang Berkemajuan.

4. Latar Belakang

Background dari gunungan adalah simbolisasi dari alam semesta, sekaligus menggambarkan lintas gerak cahaya (sinar) yang mencerminkan dinamisasi gerakan dakwah dan tajdid pencerahan Muhammadiyah di bumi Indonesia yang terus bergerak dinamis melewati ruang dan waktu guna mencerahkan semesta sebagai aktualisasi Islam Berkemajuan yang menyebarkan misi rahmatan lil-‘alamin.

5. Bentuk Lingkaran

Melambangkan keterusmenerusan tanpa putus dan melintas batas. Semburat cahaya bersudut 48 menggambarkan energy, kekuatan, martabat, dan kecerdasan serta dapat diartikan juga sebagai simbol pencerahan yang menggembirakan dalam Muktamar ke-48 tersebut. Pancaran cahaya itu menyinari dunia sehingga menjadi rahmat bagi semesta.

6. Jenis Huruf

Penulisan Muktamar, tema dan seterusnya menggunakan jenis huruf “Futura” yang mempunyai karakter kokoh, modern, dan futuristik dalam spirit Berkemajuan untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta.

Demikian makna Logo Muktamar Muhammadiyah ke-48. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here