Lazismu Akan Maksimalkan Penyaluran Daging Kurban di Zona Merah Kemiskinan

0
Lazismu sampaikan pesan ajakan berkurban di Car Free Day (CFD). Foto: Istimewa.

TabloidCermin.Com, Jakarta – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (Lazismu) mengajak umat Islam untuk menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan berupa ajakan berkurban.

Menurut Manger Lazismu Nazhori Author, ruang publik bisa menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan sosial ibadah kurban. Hal ini sebagaimana telah dikampanyekan Lazismu di acara-acara Car Free Day (CFD).

Baca juga: Melihat Rohingya, Yaman dan Myanmar dari Kacamata Qurban untuk Kemanusiaan

“Sejak 28 Juli kemarin, Lazismu mendorong ajakan berkurban ke lapisan sosial masyarakat, terutama kaum muslimin,” jelasnya.

Kampenye ajakan berkurban, kata Author, bertujuan untuk merespons bergeliatnya ekonomi kelas menengah dan kelas atas. Sehingga berkurban tidak berhenti pada ibadah rutin saja. Namun dapat mengungkap ikatan sosial, bisa mendekatkan kaum duafa dengan mereka yang beruntung secara ekonomi.

Selain di CFD, sosialisasi ajakan berkurban telah dilakukan Lazismu di tempat-tempat lain sejak 30 Juli sampai 4 Agustus 2019. Lokasinya seperti di Tugu Tani, dan pusat keramaian antara lain di Gondangdia, Taman Suropati, Sunda Kelapa, Warung Buncit, serta kawasan Tebet dan Masjid Istiqlal.

“Masih ada waktu lagi di CFD untuk sosialisasi ajakan berkurban pada 4 Agustus 2019,” jelas Author.

Author menambahkan, selain di dalam negeri Lazismu akan menyalurkan kurban di Palestina, Myanmar, dan Yaman. Sementara fokus distribusi kurban di dalam negeri akan disalurkan di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar. Termasuk di kawasan Padat, Kumuh dan kantong-kantong kemiskinan (Pak Kumis) lainnya.

Baca juga: Kiai Dahlan Rais Berharap Santri dan Pesantren Muhammadiyah Kedepankan Akhlakul Karimah

“Untuk kantong-kantong kemiskinan, Lazismu akan distribusikan hewan kurban di daerah Wonosobo yang sempat menjadi zona merah kemiskinan di Jawa Tengah dan di NTT. “Lazismu bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” imbuh Author.

Gerakan Solidaritas

Menurut Author, momentum Idul Adha yang disempurnakan dengan berkurban berdampak pada bagaimana mewujudkan nilai-nilai sosial dan ekonomi yang bertumpu pada gerakan solidaritas sosial. Di momen ini, kata Author, umat Islam menghidupkan api semangat dengan berbagi kepedulian dengan menyembelih hewan kurban yang dibagikan kepada fakir miskin.

“Semangat itu tidak akan berdampak luas jika hanya berhenti di masjid atau tempat-tempat tertentu. Namun, perlu memperluas jangkauannya dengan menyebarkan informasi ajakan berkurban agar dampaknya dapat dirasakan bersama-sama,” terangnya.[]

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here