IMM Jateng Akan Perangi Hoaks dan Radikalisme di Medsos

0
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah Badrun Nuri mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Gerakan Literasi Mahasiswa Melawan Hoax dan Radikalisme di Jawa Tengah" di Pendopo Walikota Salatiga, Sabtu (3/8/2019). Foto: IMM Dok.

TabloidCermin.Com, Salatiga – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah menolak segala bentuk berita hoaks dan paham radikal yang belakangan santer dihembuskan di media sosial. Gerakan literasi dipilih sebagai langkah untuk memerangi informasi yang dapat merusak pola pikir masyarakat tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah Badrun Nuri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Gerakan Literasi Mahasiswa Melawan Hoax dan Radikalisme di Jawa Tengah” di Pendopo Walikota Salatiga, Sabtu (3/8/2019).

“FGD ini sebagai langkah awal gerakan literasi melawan hoaks dan radikalisme,” tutur Badrun di sela-sela acara.

Baca juga: Tanggapan Ketua PWM Jateng Tentang Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta

FGD terselenggara atas kerja sama DPD IMM Jawa Tengah dan Polda Jawa Tengah. FGD yang dikuti perwakilan kader IMM se Jawa Tengah tersebut dihadiri AKBP Bambang Purwadi dari Polda Jawa Tengah dan Rektor IAIN Salatiga Zakiyuddin Baidhowi sebagai pembicara.

Badrun menilai persebaran hoaks dan radikalisme marak terjadi melalui media sosial. Hal tersebut akan banyak menyasar anak muda baik pelajar dan atau mahasiswa.

“Perlu berhati-hati dan selektif terhadap info yang beredar di media sosial,” ucap Badrun.

Pesatnya laju hoaks dan radikalisme di media sosial menurut Badrun tidak dibarengi dengan masifnya penyebaran narasi-narasi moderat dan positif. Sehingga pembaca hampir tidak disuguhkan informasi kontra narasi hoaks dan radikalisme.

“Karenanya ikhtiar IMM Jawa Tengah dalam memerangi hoaks dan radikalisme melalui gerakan literasi mahasiswa adalah hal paling cocok untuk dilakukan,” tegas Badrun.

Baca juga: IPM DAY, Ajang Mempersiapkan Generasi Emas SMK Mutu Wonosobo di Era Millenial

Badrun melanjutkan, tindaklanjut FGD adalah pengadaan portal media berintegritas yang khusus memproduksi narasi mederat. Konten-konten tersebut nantinya akan disebarluaskan di jejaring online.

“Portal media akan terintegrasi dengan medsos seperti FB, IG, WA dan lainnya,” imbuhnya.

Badrun berharap kepada semua pihak untuk saling membantu dan bersinergi dalam memerangi hoaks dan radikalisme. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here