Santri Muhammadiyah Kudus Diterjunkan ke 15 Ranting Bantu Masyarakat dan AUM

0
Salah satu momen kegiatan Santri Muhammadiyah Kudus saat mengikuti Praktik Dakwah Lapangan (PDL), Minggu- Kamis, (31 Maret-11 April/2019). Foto: Redaksi La Tansa.

TabloidCermin.Com, Kudus – Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus mengadakan Praktik Dakwah Lapangan (PDL) khusus untuk santri kelas XI, Minggu- Kamis, (31 Maret-11 April/2019). PDL yang dilaksanakan di tengah-tengah masuarakat ini dalam rangka mendidik santri agar menjadi da’i yang cerdas, faqih ilmu, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Baca juga: Santri Muhammadiyah Kudus Dilatih Kepemimpinan dan Peduli Masyarakat

PDL juga juga sebagai tolak ukur kelulusan santri Pesantren Muhammdiyah Kudus dan merupakan program unggulan yang rutin dilaksanakan ketika santri kelas XII mengikuti Ujian Nasional (UN).

“Jadi kalau di sekolah-sekolah lain siswanya libur karena UN, tidak demikian dengan MA Muhammadiyah Kudus. Santri Kelas XI kami terjunkan ke ranting-ranting Muhammadiyah untuk melatih kemandirian dan berdakwah. Meskipun ilmu hanya sejumput, mereka berbekal Ballighu Anni Walau Ayyah,” ujar Mudir Ponpes Muhammadiyah Kudus Ustadz Nadjif.

Ustadz Najif menjelaskan, dalam penugasan para santri dibagi menjadi 15 kelompok. Mereka terjun langsung ke 15 ranting Muhammadiyah di daerah Kudus, Jepara, dan Demak.

“Masing-masing dibantu satu pembimbing yang diambil langsung dari ustadz dan ustadzah di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus,” tuturnya.

Karena ditugaskan di ranting-ranting Muhammadiyah, lanjut Ustadz Nadjif, semua santri PDL berkewajiban ikut andil membantu terlaksananya kegiatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang menjadi tempat PDL. Seperti, adzan, berkultum, mempersiapkan pengajian, membantu mengajar di SD, TK, TPQ, dan KB. Mereka juga membantu pengurus Tempat Penitipan Anak (TPA) dalam mengasuh dan mengurus anakdi TPA.

“Setiap hari mereka melakukan semua rutinitas tersebut. Santri juga dapat menyelenggarakan kegiatan baru di ranting Muhammadiyah setempat. Tentunya dengan seizin pengurus ranting setempat,” jelas Ustadz Jadjif.

Baca juga: Pesan Haedar Nasir ke Dahnil Setelah Resmi Jadi Jubir Prabowo

Bagi santri yang mempunyai keahlian lebih bisa juga mengajarkannya kepada masyarakat sekitar. Misalnya, keahlian dalam berpidato, beladiri, kepanduan, olahraga seni, dan lain-lain.

Tak hanya dalam keahlian, santri juga dituntut menjadi sosok teladan yang baik bagi masyarakat sekitar. Santri harus menjaga akhlaqnya.

“Di sisi lain tujuan PDL juga adalah sebagai ajang promosi Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus kepada masyarakat,” terangnya.

Meskipun para santri sekitar sebelas hari mengikuti PDL, mereka dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat juga mendapat manfaat dari kedatangan santri tersebut. []

Reporter: Ilyas/La Tansa
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here