Sekretaris MWK Jateng: Model Pengelolaan Wakaf Muhammadiyah Perlu Direformasi

0
Ilustrasi: Istimewa.

TabloidCermin.Com – Persyarikatan Muhammadiyah telah melewati berbagai zaman. Eksistensinya sudah menciptakan kepercayaan masyarakat. Baik warga Muhammadiyah maupun Non Muhammadiyah. Termasuk, mempercayakan tanah waqaf pada organisasi yang didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan ini.

Baca juga: Belajar dari Wakaf Produktif PRM Longkeyang

Banyak faktor yang membuat masyarakat percaya terhadap Muhammadiyah. Selain sudah dianggap sebagai perserikatan yang mapan, Muhammadiyah juga terkenal dengan sistem administrasi yang rapi.

“Itu kekuatan Muhammadiyah,” terang Sekretaris Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK) PWM Jeteng, Ahmad Furqon, Senin (24/06/2019).

Pun begitu, pria asal Bengkulu ini tidak menutupi kelemahan yang ada. Menurutnya, sampai kini pengelolaan waqaf di Muhammadiyah belum dapat dikatakan maksimal. Banyak hal yang perlu dikerjakan, tertunda lantaran keterbatasan kemampuan dari pengelola.

“Kita baru sebatas pengamanan administrasinya. Padahal setelah ini, itu harus melakukan pemberdayaan. Semisal, ada tanah kosong, padahal strategis itukan bisa dibangunkan warung makan, atau ruko-ruko disewakan,” katanya.

Untuk saat ini pihaknnya sudah meminta masing-masing PDM supaya mempunyai satu waqaf produktif. Sekali lagi ia menegaskan bahwa tujuan pengelolaan wakaf ini untuk kemaslahatan umat.

Oleh sebab itu, Furqon berpendapat, seharusnya pengelolaan wakaf tidak di bawah majelis. Tetapi mencontoh Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) yang telah menjadi lembaga tersendiri dalam perserikatan.

Contoh lain yang menjadi rujukan Furqon yakni lembaga Dompet Dhuafa. Meski terkenal sebagai lembaga zakat, Dompet Dhuafa juga memiliki badan tersendiri yang fokus mengelola wakaf umat.

“Model pengelolaan wakaf di Muhammadiyah ini yang perlu direformasi,” tandasnya.

Dengan itu, lanjutnya, orang yang mengelola benar-benar profesional dan fokus. Alasan lain yang mendorong supaya harapan itu terwujud yakni, tujuan waqaf dan zakat dipandang sama. Baca laporan terkait: Denyut Nadi Umat di Tanah Wakaf. []

Reporter: Aulia’
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here