Jadi Pembicara Santrendelik, Ini Pesan PDM Semarang Buat Sadboys & Sadgirls yang Dilanda Kehilangan

0
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Fahrurrozi menjadi pembicara ngaji rutin Santrendelik Kampung Tobat di Kalialang Semarang Kamis (22/08/19) malam. Fahrurrozi mengisi tema "Para Sadboys Sadgirl, Mari Bersama Kita Rayakan Kehilangan." Foto: Ilyas.

TabloidCermin.Com, Semarang – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Fahrurrozi menjadi pembicara ngaji rutin Santrendelik Kampung Tobat di Kalialang Semarang Kamis (22/08/19) malam. Fahrurrozi mengisi tema “Para Sadboys Sadgirls, Mari Bersama Kita Rayakan Kehilangan.”

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Tindakan Rasisme ke Masyarakat Papua

“Kita akan merasa kehilangan ketika kita merasa memiliki,” kata Fahrurrozi mengawali ceramahnya.

Menurut Fahrurrozi, setiap orang pasti pernah mengalami kehilangan. Namun tinggal bagaimana orang tersebut menyikapi kehilangannya.

“Kehilangan atau tidaknya seseorang tergantung pandangannya terhadap sesuatu,” katanya.

Hal ini juga berlaku dalam memandang keimanan. Sehingga ketika ada orang yang merasa imannya diganggu, maka akan menghasilkan tindakan yang luar biasa.

“Seperti video Ustadz Abdul Somad tiga tahun lalu, kasus tersebut mendapat respon beragam dari masyarakat, Ada yang merasa geram, dan ada yang merasa tenang karena tidak berfikir itu sebuah masalah,” katanya.

Sama halnya dengan waktu subuh, lanjut Fahrurrozi, ada orang yang merasa kehilangan waktu subuh ketika bangun kesiangan dan justru ada orang yang merasa jengkel karena terbangun diwaktu subuh.

“Iki piye toh kok adzan yah mene,” katanya disambut tawa hadirin.

Fahrurrozi mengatakan, semakin kaya seseorang, maka akan semakin ketakutan. Sehingga perlindungannya juga semakin ketat. Sebaliknya, semakin gak punya apa-apa, maka hidupnya semakin santai.

“Perlu disadari bahwa semua hanyalah titipan, dan titipan paling berharga adalah iman,” katanya.

Fahrurrozi berpesan agar selalu bersyukur dan ikhlas. Sebab terkadang hidup yang diinginkan tidak bisa didapatkan. Dan terkadang apa yang dapatkan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

“Tuhan tau apa yang terbaik pada kita, karena terkadang apa yang tidak kita inginkan justru yang terbaik bagi kita,” katanya. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here