Arah Baru Gerakan Dakwah Menggembirakan Pemuda Muhammadiyah Pemalang

0
Mustofa, SH.

Oleh Mustofa, SH

TabloidCermin.Com – Pemuda adalah individu yang dapat dilihat secara fisik yang sedang mengalami perkembangan emosional. Secara internasional WHO menyebutnya sebagai Young People (dalam batas usia 10-24 tahun). Menurut draft RUU Kepemudaan, pemuda adalah mereka yang usianya 18-35 Tahun.

Menilik dari usianya, maka pemuda adalah masa-masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh sebab itu pemuda selalu mempunyai aspirasi yang berbeda dibanding aspirasi masyarakat pada umumnya. Dalam makna positif, aspirasi yang berbeda ini disebut semangat pembaharu.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” Demikian kata Soekarno.

Baca juga: Merenungi Lebih Dalam Trilogi Muhammadiyah bagi Pemuda

Dasar pemikiran Soekarno berpijak pada dua hal. Pertama, kelompok pemuda adalah fase kehidupan dimana manusia yang di dominasi oleh aktifitas pencarian diri memiliki karakter yang ideal sebagai barisan pendobrak. Karakter pemuda pantang menyerah, anti kemapanan, teguh pada prinsip dan giat berkomunitas. Kedua, sejarah dunia mencatat kelompok pemuda merupakan ikon perubahan zaman.(Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah, Andi Anita Zahra, Kompasiana, 13 April 2019).

Pemuda Muhammadiyah adalah salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang merupakan gerakan Islam amar ma’ruf nahi munkar, bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah. Awal berdirinya Pemuda Muhammadiyah secara kronologis dapat dikaitkan dengan keberadaan Siswo Proyo Priyo (SPP). Suatu gerakan yang sejak awal diharapkan KH. Ahmad Dahlan dapat melakukan kegiatan pembinaan terhadap pemuda Islam.

Dalam perkembangannya, SPP berkembang pesat hingga pada konggres Muhammadiyah ke 21 di Makasar Tahun 1932 diputuskan berdirinya Muhammadiyah bagian Pemuda. Selanjutnya dengan persetujuan tanwir, Muhammadiyah bagian Pemuda dijadikan suatu ortom yang mempunyai kewenangan mengurusi rumah tangga organisasinya sendiri. Akhirnya pada 26 Mei 1932 H bertepatan dengan 2 Mei 1932 secara resmi Pemuda Muhammadiyah berdiri sebagai Ortom.

Pemuda Muhammadiyah sebagai generasi pelangsung dalam perjuangan pergerakan Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah harus bisa membawa gerakan pemuda lebih progres dalam membangun arah perjuangan dakwah dalam keumatan, Keislaman, Kemuhammadiyahan dan keIndonesiaan yang menggembirakan.

Dakwah Kebangsaan
Pilihan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final yang disepakati para founding fathers atau para pendiri negara kita. Bangsa terbentuk karena persamaan bahasa, ras, agama, peradaban, wilayah, negara dan kewarganegaraan. Suatu bangsa tumbuh dan berkembang dari anasir-anasir serta akar-akar yang terbentuk melalui proses sejarah (Hans Kohn).

Kehadiran dan kiprah Pemuda Muhammadiyah sangat diperlukan di tengah kehidupan bangsa yang banyak problematika kebangsaan untuk melakukan gerakan dakwah yang menggembirakan. Peran dakwah kebangsaan sangat diperlukan dalam memberikan kontribusi pemikiran.

Di tengah kehidupan bangsa, Pemuda Muhammadiyah punya peran-peran kebangsaan dengan pendekatan dakwah kultural. Pengertian dakwah Kultural adalah menanamkan nilai-nilai Islam dalam seluruh dimensi kehidupan dengan memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya (Yusuf Suyono, Muhammadiyah:Dakwah Kultural Mendesak dilakukan, Republika.co.id, 9 September 2019)

Pemuda Muhammadiyah sebagai penerus Muhammadiyah harus bisa menerjemahkan putusan dakwah Kultural Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah harus bisa memberikan kontribusi positif dalam membangun bangsa dan mengisi kemerdekaan melalui gerakan dakwah dalam diri sendiri, keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara. Yang sering menjadi rujukan dalam dakwah: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah mereka dengan cara yang baik(QS.16.125).

Pemuda Muhammadiyah harus selalu melakukan gerakan dakwah yang menggembirakan bagi masyarakat. Gerakan dakwah menggembirakan adalah dakwah yang selalu memahami tentang kebutuhan masyarakat. Dan kita sebagai Pemuda Muhammadiyah tidak bisa memaksakan orang yang lebih tua. Jadi harus pelan-pelan secara kultur, dibangun gerakan tanpa memaksakan, kepentingan atau memaksakan yang dipahami diri sendiri kepada orang lain. Dalam berdakwah harus membangun semangat kesantunan, beretika guna memberikan kenyamanan pada semua golongan.

Pemuda Muhammadiyah Pemalang
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pemalang sebentar lagi akan melaksanakan Musyawarah Daerah ke XXVII dengan tema “Menata Kader Dakwah Untuk Memajukan Pemalang”. Kegiatan yang akan berlangsung 5-6 Oktober 2019 tersebut merupakan hajat musyawarah tertinggi Pemuda Muhammadiyah di tingkat daerah Kabupaten Pemalang.

Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah ke 17 Kabupaten Pemalang punya arah dakwah yang strategis dalam ikut serta dalam berkontribusi dakwah kebangsaan di Kabupaten Pemalang. Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah bukan hanya kegiatan seremonial. Tetapi bisa memberikan sebuah keputusan strategis dalam gerakan dakwah Pemuda pada umumnya dan Kabupaten Pemalang pada khususnya, termasuk bagi persyarikatan Muhammadiyah.

Baca juga: PP Pemuda Keluarkan SK PLT Personalia PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah

Pemuda Muhammadiyah memiliki banyak kader yang potensial untuk menggerakan segala potensinya untuk berkontribusi memberikan pemikiran positif bagi masyarakat Pemalang dan persyarikatan Muhammadiyah. Harus ada pemetaan kader potensial untuk diwakafkan di persyarikatan, eksekutif legislatif sebagai bagian peran dakwah kebangsaan di Kabupaten Pemalang.

Pemuda Muhammadiyah di kabupaten Pemalang harus bisa bersinergi dengan semua Organisasi Kepemudaan di kabupaten pemalang sebagai jejaring atau silaturahmi guna curah pikir dan kebersamaan dalam membangun Pemalang yang lebih baik.

Dengan Musyawarah Daerah, Pemuda Muhammadiyah ke depan punya agenda kontribusi pemikiran sebagai bahan rujukan atau rekomendasi bagi semua pihak. Baik persyarikatan, masyarakat maupun pemerintah daerah Kabupaten Pemalang. Bagi Pemalang, Pemuda Muhammadiyah sebagai mitra positif guna membangun Pemalang yang damai, santun dan Berkemajuan.

Selamat berMusyda Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pemalang ke XVII. []

Mustofa SH, Guru SMP Muhammadiyah 02 Comal Pemalang dan Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Pemalang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here