MTs Al-Mu’min Sabet Juara 1 Tartil Qur’an dan 5 Medali TS di MONACO 2019

0
MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Temanggung meraih juara 1 lomba Tartil Qur'an dan lomba Tapak Suci (TS) dengan meraih lima medali dari tujuh atlet yang dikirimkan di even Moehi National Competition (MONACO) 2019, Sabtu-Minggu (7-8/9/2019). Foto: Riza Fitroh.

TabloidCermin.Com, Temanggung – Pondok Pesantren Al-Mu’min, Unit Pendidikan MTs Al-Mu’min, Muhammadiyah Temanggung meraih juara 1 lomba Tartil Qur’an dan lima medali lomba Tapak Suci (TS) dari tujuh atlet yang dikirimkan di even Moehi National Competition (MONACO) 2019 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Sabtu-Minggu (7-8/9/2019).

Atlet lomba Tartil Qur’an diwakili Aisyah Laila Khoirunnisa. Sedangan lima atlet TS memperoleh medali. Sedang lima atlet TS yaitu Ahmad Afifudin (medali perak kelas E putra), Abyan Najmudin (medali perak kelas F putra), Aditya Putra Bayu Segara Aji (medali perunggu kelas A putra), Hilmi Fadhlurrohman (medali perunggu kelas B putra), dan Naufal Adi Laksono (medali perunggu kelas C putra).

Baca juga: Haedar Nasir Paparkan Politik Islam dalam Konstelasi Politik Nasional dan Global

Para siswa yang meraih juara tersebut sebelumnya telah dibina secara intensif oleh para pembina. Mereka juga dilatih untuk mengelola pembiasaan pagi yang mampu menanamkan jiwa kemandirian santri.

“Saya meyakinkan kepada para santri bahwa MTs Al-Mu’min Muhammadiyah tembarak temanggung adalah jembatan meraih prestasi. Dari madrasah ini lahir santri-santri berprestasi. Kami menanamkan jiwa juang, kesungguhan, kemandirian, dan keberanian,” ujar Kepala MTs Al-Mu’min Samsul.

MONACO merupakan acara tahunan yang diselenggarakan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. MONACO mengadakan serangkaian lomba khusus siswa/siswi SMP dan SMA sederajat se-Indonesia. Tahun 2019 ini merupakan tahun ke-4.

MONACO diikuti sekitar 1147 peserta. Peserta berasal dari Jogja dan Sekitarnya (DIY), seperti Surakarta, Kudus, Magelang, Pacitan, Surabaya, Kuningan, Cilongkok, Ngawi, Samarinda, Barito Kuala (Kalsel), dan Temanggung.

Pembina Tartil Qur’an MTs Al Mu’min Muti’asih mengungkapkan, yang perlu diperhatikan dalam lomba Tartil Qur’an adalah kelancaran membaca dengan memperhatikan tajwid tahsin. Yang tidak kalah penting adalah penguasaan tekhnik dan pengaturan nafas.

“Jika tidak terbiasa, akan terfokus pada waqof dan mengakibatkan hilangnya suara/kesan memaksakan nafas,” katanya.

Baca juga: Ketua PWM Jateng Dinobatkan Sebagai Tokoh Inspiratif “Jateng Award” 2019

Pembina TS Fuad Al Amin mengungkapkan, butuh kesungguhan dan peorbanan serta senantiasa melibatkan Allah SWT dalam segala terutama dalam melatih atlet.

“Lakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Bisa jadi itu adalah pertandingan terakhir kalian,” begitu pesan Fuad pada para santri. []

Atlet Tartil Aisyah Laila Khoirunnisa mengungkapkan mengaku sempat grogi pada event MONACO 2018. Namun, berkat belajar dari pengalaman sebelumnya, Aisyah berhasil meraih juara 1 pada MONACO 2019.

“Jika ingin sukses jangan lupa untuk selalu meminta doa dari orang tua dan meminta ridho Allah. Akhirnya takdir mengatakan bahwa saya mendapatkan sebuah keberhasilan,” ungkap Aisyah. []

Reporter: Riza Fitroh
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here