Bencana Asap Berbahaya, Pemuda Muhammadiyah Desak Pemerintah Lakukan Tujuh Langkah

0

TabloidCermin.Com, Jakarta – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memberikan respon terkait bencana asap yang melanda kawasan Riau dan Kalimantan sejak beberapa waktu lalu. Pemuda Muhammadiyah menilai bencana tersebut berbahaya sehingga perlu ditangani secara serius.

Respon Pemuda Muhammadiyah disampaikan dalam pernyataan sikap tertanggal 17 September 2019, ditandatangani Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan Sekertaris Dzulfikar.

Berikut ini beberapa poin pernyataan sikap Pemuda Muhammadiyah yang diterima Tabloidcermin.com, Selasa (17/9/2019).

1. Bahwa bencana asap telah berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat khususnya balita, anak-anak, ibu hamil, dan lunsia.

2. Mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah kecuali terdapat kegiatan yang mendesak.

3. Mendesak Pemerintah Pusat untuk bertindak cepat dengan mengambil langkah sebagai berikut:

Pertama, menyediakan rumah aman (safe house) bagi warga dengan standar yang baik seperti ketersediaan oksigen dan vitamin sertaobat-obatan

Kedua, menginstruksikan rumah sakit negara untuk menyediakan obat-obatan gratis, vitamin dan keperluan medis lainya tanpa biaya hingga tingkat kecamatan dan seterusnya.

Ketiga, memerintahkan petugas medis untuk aktif memberikan layanan kesehatan.

Keempat, meninjau ulang bahkan jika diperlukan pencabutan ijin konsesi perusahaan pelaku pembakaran hutan.

Kelima, menetapkan status Darurat Bencana Asap Nasional dan mengambil alih penanggulangan bencana asap oleh Pemerintah Pusat karena pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam merespon bencana asap.

Keenam, mendesak segera pemerintah untuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memadamkan titik api di Riau dan Kalimatan Tengah.

Ketujuh, mendesak kapolri dan penegak hukum lainnya untuk mengusut tuntas dan menegakkan hukum seadil-adilnya kepada pelaku pembakaran hutan khususnya di lahan konsesi korporasi:

5. Pemerintah Daerah agar memaksimalkan koordinasi dengnn seluruh steckeholder (Forkompinda) untuk saling membahu memadamkan titik api. Meminta kepada pemerintah daerah untuk tetap meliburkan pendidikan di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Baik di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementrian Agama mengingat kualitas udara yang sudah pada tingkat “berbahaya”.

6. Memerintahkan Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia untuk berkontribusi memberikan pertolongan bagi korban asap dengan berkoordinasi dengan MDMC Muhammndiyah dan pihak-pihak yang terkait. []

Reporter: Miftah
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here