AIS Muhammadiyah Semarang Mewisuda 49 Mahasiswa, Kualitas Lulusan Dinilai Terus Membaik

0
Prosesi sidang wisuda ke-25 AIS Muhammadiyah Semarang di Hotel Pandanaran, Semarang, Rabu (2/10/2019). Foto: Ilyas

TabloidCermin.Com, Semarang – Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang melaksanakan sidang wisuda ke-25 di Hotel Pandanaran, Semarang, Rabu (2/10/2019). Jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 49 orang yang terdiri dari 17 wisudawan dan 32 wisudawati.

Direktur AIS Muhammadiyah Semarang Wellie Sulistidjanti mengatakan, dari 49 lulusan, 23 di antaranya berhasil lulus dengan nilai cumlaude.

“Pencapaian ini merupakan suatu peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Willie.

Tahun lalu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa rata-rata 3,39. Sedangkan tahun ini rata-rata 3,45. Menurutnya Willie, perolehan ini semakin membaik.

Wellie memaparkan, untuk menjamin kualitas lulusannya, AIS Muhammadiyah memberikan beberapa pembekalan kepada para mahasiswa. Di antaranya, mewajibkan mahasiswa tinggal di pesantren Al Khawarizmi selama satu tahun dan melakukan praktik kerja selama kuliah.

“Di pesantren mahasiswa dibentuk karakter dan kemampuan berbahasa Inggrisnya sehingga bisa dijamin mereka fasih berbahasa Inggris,” katanya.

Wellie menambahkan, pihaknya telah bekerjasama dengan instansi swasta maupun pemerintah untuk menunjang keterampilan mahasiswanya. Diantaranya, bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Kominfo, perusahaan pertambangan, dan perusahaan jasa logistik.

Lulusan AIS Muhammadiyah menurutnya juga bisa terjun di masyarakat dengan berbisnis kreatif. Hal ini seperti yang dilakukan beberapa alumni terdahulu.

“Jadi banyak lulusan alumni AIS Muhammadiyah yang sudah terbukti di bidang bisnis sampai ekspor,” imbuhnya.

Sebanyak 49 lulusan AIS Muhammadiyah Semarang 2019 foto bersama usai proses wisuda di Hotel Pandanaran, Rabu (2/10/2019). Foto: Ilyas

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Sutrisno menambahkan, era sekarang disebut era disrupsi karena semuanya sudah berbasis data online. Berbeda dengan puluhan tahun lalu yang masih menggunakan sistem manual.

“Saat ini seseorang bisa menjadi konglomerat diusia muda, seperti pendiri Google, bukalapak atau gojek. Dari itu, ia meminta AIS Muhammadiyah untuk meningkatkan softskill mahasiswanya. Mahasiswa AIS Muhammadiyah sangat berpotensi menjadi lulusan yang handal,” paparnya.

Sutrisno melanjutkan, paling tidak ada lima hal yang perlu dilakukan AIS Muhammadiyah kepada mahasiswa. Yakni, meningkatkan kepribadian, keterampilan komunikasi, keterampilan berbahasa, keterampilan IT, dan menumbuh kembangkan jiwa enteurprenership.

“Jika lima hal ini diaplikasikan, maka lulusannya akan hebat,” tukasnya. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here