Kepala Sekolah Muhammadiyah Se Indonesia Ikuti Seminar Internasional “Sinergi Pendidikan di Era Relolusi Industri 4.0” di Unimus

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Ratusan Kepala Sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Seminar Internasional bertajuk “Building Characters in School and Developing Education System in Facing IR 4.0” di Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Minggu (27/10/2019). Seminar internasional merupakan rangkaian OlympicAD Nasional VI yang berlangsung mulai hari ini hingga besok, Senin (28/10/2019).

Berdasarkan laporan kehadiran peserta seminar berjumlah 194 orang. Mereka terdiri dari kepala sekolah Muhammadiyah guru pendamping dan Mejelis Dikdasmen Muhammadiya dari seluruh Indonesia seperti Jatim, Jabar, Jakarta, Lampung, Bengkulu, Gorontalo, DIY, Papua Barat, Palembang, Bali, Samarinda, dan Pekanbaru Riau.

Hadir sebagai pembicara antara lain Dr. Liliana Purvis dari Universitas Groningen Belanda. Liliana membahas tentang bagainana membangun lingkungan yang bagus di sekolah. Kemudian H.R Alpha Amirrachman, M. Phil. Ph. D yang membahas tentang bagaimana membangun psikologis di sekolah, dan Prof Dr Agus Setio Budi dari PP Dikdasmen Muhammadiyah . Prof Dr. Arham M. Zeki Internasional Islamic University of Malaysia tidak bisa hadir secara langsung sehingga penjelasan tentang teknologi Islam hanya disiarkan melalui video.

Prof Dr Agus Setiobudi dalam salah satu paparannya menyinggung tentang beberapa dampak negatif dari globalisasi. Dia memberikan contoh beberapa aksi demonstrasi yang tidak mencerminkan karakter seorang karena merusak dan mengganggu ketertiban.

“Ini dampak negatif dari globalisasi. Kita harus waspada,” katanya.

Prof Agus kemudian menjelaskan bahwa untuk mencetak SDM yang unggul dan Indonesia maju maka harus dimulai dari karakter. “Kalau tidak maka akan bertepuk sebelah tangan,” katanya.

Untuk menyeimbangkan yang didapat siswa dengan perkembangan nasionalismenya, menurut Prof Agus haruslah ada keseimbangan antara olahraga (sport), budaya (culture), dan pendidikan (education).

“Harus kita seimbangkan sedemikian rupa. Otak kanan dan kiri harus diseimbangkan biar balance,” paparnya.

Seminar internasional selesai pukul 11.30 yang ditutup dengan pemberian cerdra mata bagi semua narasumber. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here