Ketua PWM Jawa Tengah Kunjungi Kampung Wakaf Produktif PRM Longkeyang

0
Tafsir mendapat kenang-kenangan berupa kaos seragam PRM Longkeyang dan penggerak wakaf produktif. (foto/ilyas)

TabloidCermin.Com, Pemalang – Gerakan Wakaf Produktif yang digagas Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang menyedot perhatian banyak pihak. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir pun mengaku penasaran hingga mengunjungi lokasi Wakaf Produktif tersebut pada 10 November 2019 lalu. Kunjungan Tafsir ditemani jurnalis tabloicermin.com dan TVMU.

Setibanya di kantor PRM Longkeyang, Tafsir disambut hangat oleh Ketua dan Sekretaris PRM Longkeyang dan jajaran pimpinan lainnya. Kepada PRM Longkeyang Tafsir bertanya tentang beberapa hal yang berkaitan dengan sejarah PRM Longkeyang dan gerakan Wakaf Produktif.

Sebagai PRM yang berada di pelosok Kabupaten Pemalang, hadirnya orang nomer satu di Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih kehadiran tersebut tanpa dijadwalkan dan mendadak. PRM Longkeyang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan spontan pula Tafsir diminta memberikan ceramah singkat pada jamaah shalat maghrib di Masjid Al-Muttaqin yang berada di kompleks Kantor PRM Longkeyang.

Dalam ceramahnya, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PRM Longkeyang. Gerakan Wakaf Produktif tersebut menurut Tafsir kini telah dikenal luas warga Muhammadiyah hingga skala nasional.

“Atas nama PWM Jawa Tengah saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap gerakan wakaf produktif yang digagas dan dipopulerkan oleh PRM Longkeyang ini. Saya tahu PRM Longkeyang dari TVMu dan Tabloid Cermin,” ujar Tafsir.

Tafsir menilai, gerakan Wakaf Produktif oleh PRM Longkeyang ini adalah model dakwah yang kreatif dan relevan dengan karakter desa. Ia merekomendasikan agar dakwah semacam ini juga dilakukan di daerah lain.

“Inspirasi untuk daerah lain bagaimana dakwah disesuaikan dengan karakter masing-masing,” jelasnya.

Tafsir berharap konsep wakaf produktif bisa dikembangkan lebih jauh sehingga mampu menyejahterakan dan memakmurkan masyarakat. Baik Muhammadiyah dan umum.

“Karena Muhammadiyah ada untuk semua,” imbuhnya.

Sebelum pulang Tafsir mendapat kenang-kenangan berupa kaos seragam PRM Longkeyang dan penggerak wakaf produktif. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here